Ramadan Penuh Ujian bagi Warga Gaza
Seorang warga Palestina menjajakan makanan khas setempat, Qatayef (Foto: AFP).
Gaza: Memasuki bulan suci Ramadan, banyak warga Gaza khawatir bagaimana mereka bisa mendapatkan makanan. Krisis kekerasan yang terjadi sejak Senin 14 Mei membuat kondisi makin parah.
 
Hingga saat ini 63 warga Palestina dilaporkan tewas sejak bentrokan antara warga dengan prajurit Israel 14 Mei lalu. Bentrokan pecah karena warga menolak peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem.
 
Kini 80 persen dari populasi warga Gaza yang mencapai 2 juta jiwa, sangat membutuhkan bantuan. Kondisi di wilayahnya pun memprihatinkan.
 
"Sangat menyedihkan dan membuat kami frustasi. Hampir di setiap rumah ada anggota keluarga yang terluka, di setiap rumah ada yang menjadi martir. Ibu mereka sangat sedih, tidak ada atmosfer Ramadan yang menyenangkan sama sekali," ujar seorang warga Sabreen al-Turk, seperti dikutip VOA America, Kamis 17 Mei 2018.
 
Sementara seorang ibu yang tinggal di tempat penampungan Beach, Nohaa Shomar mengatakan, tidak mampu membeli daging dan memberikan makanan untuk keluarganya. Jumlah anggota keluarga yang mencapai sembilan orang, tidak cukup baginya hanya diberi makan nasi dan gandum.
 
Bulan Ramadan umumnya menjadi perayaan di Gaza, tetapi para pemilik toko saat ini menghadapi kenyataan berbeda. Mereka mengatakan tidak ada orang yang membeli barang dagangannya.
 
"Keadaan sekarang sangat sulit, baik saat Ramadan atau tidak. Kami mengalami kesulitan ekonomi," ucap seorang pedagang, Fayez al-Bitar.
 
"Bagaimana kami mampu membeli makan," tutur al-Bitar.
 
Bantu warga Gaza
 
Kondisi yang memburuk di Gaza menimbulkan bencana kemanusiaan yang dialami warga Palestina. Keberadaan rumah sakit menjadi kebutuhan yang penting, termasuk bantuan makanan.
 
(Baca: Media Group dan MER-C Galang Dana untuk Palestina).
 
Rumah Sakit Indonesia yang berada di utara Gaza saat ini menjadi andalan bagi warga yang menderita sakit atau ketika terjadi pertempuran antara warga Gaza dengan pihak Israel, seperti pada 14 Mei.
 
Namun kapasitas dari Rumah Sakit Indonesia semakin terdesak dan diperlukan penambahan. Untuk itu MER-C menggalang dana untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia tahap kedua di Gaza, Palestina bersama dengan Media Group.
 
Saat ini Rumah Sakit Indonesia memiliki dua lantai dan sekitar 100 kamar. MER-C bermaksud meningkatkan kapasitas rumah sakit dengan menambahkan menjadi empat lantai dan sekitar 300 kamar pasien.
 
Donasi untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia tahap kedua di Gaza, Palestina, bisa melalui rekening atas nama Yayasan Media Group dengan nomor rekening:
 
Bank Syariah Mandiri 733-332-2212.
BCA 309-700-8003.
Bank Mandiri 117-0000-77-99-00.
 
Media Group berharap dana yang nantinya disalurkan dapat membantu meringankan dampak bencana kemanusiaan yang dialami oleh masyarakat Palestina.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id