Al-Qaeda Serukan Perlawanan terhadap AS Terkait Yerusalem
Jurnalis berkumpul di dekat lokasi Kedubes AS di Yerusalem, 13 Mei 2018. (Foto: AFP/AHMAD GHARABLI)
Yerusalem: Pemimpin grup al-Qaeda Ayman al-Zawahiri mengatakan keputusan Amerika Serikat memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem adalah bukti bahwa negosiasi telah gagal.
 
Dalam video berdurasi lima menit berjudul "Tel Aviv juga Tanah Muslim," Zawahiri mendorong para pengikutnya untuk segera mengangkat senjata dan melawan AS.

"Presiden AS Donald Trump telah menyatakan sikapnya dengan jelas dan eksplisit. Bernegosiasi tidak ada gunanya, dan kita harus melawan mereka," ujar Zawahiri, berdasarkan transkrip yang dihadirkan grup pemantau aktivitas terorisme SITE, Minggu 13 Mei 2018.

Zawahiri adalah seorang dokter asal Mesir yang menjadi kepala al-Qaeda menggantikan Osama bin Laden yang dibunuh AS pada 2011. Ia menyebut Bin Laden telah mendeklarasikan bahwa AS adalah "musuh pertama Muslim."


Ia menegaskan negara-negara Islam telah gagal untuk bertindak demi kepentingan Muslim. Zawahiri juga kesal karena negara-negara itu lebih memilih mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB ketimbang hukum syariah.

Sementara itu, menjelang peresmian Kedutaan Besar AS ke Yerusalem, sekitar 1.000 polisi disiagakan.. Hal ini untuk mengantisipasi demonstrasi yang pecah oleh warga Palestina.

Warga Palestina rencananya akan berunjuk rasa di Gaza, dekat perbatasan Israel. Sementara warga Israel sendiri akan berpartisipasi dalam pawai peresmian kedutaan.

Trump tidak akan hadir dalam peresmian pemindahan kedubes.

Baca: Ivanka Trump Dipastikan Hadiri Peresmian Kedubes AS di Yerusalem



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id