Turki Janji Mengupas Habis Kematian Jurnalis Arab Saudi

Fajar Nugraha 22 Oktober 2018 10:25 WIB
arab sauditurki
Turki Janji Mengupas Habis Kematian Jurnalis Arab Saudi
Seorang bocah yang membawa foto dari jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Foto: AFP).
Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersumpah untuk mengungkap kematian dari jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Jurnalis itu diketahui meninggal di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak 2 Oktober 2018.
 
"Kami akan mencari keadilan dalam kasus ini. Semua akan dibuka seluruhnya, bukan hanya melalui langkah biasa," ujar Erdogan di Istanbul, Minggu 21 Oktober 2018, seperti dikutip Eurasia, Senin, 22 Oktober 2018.
  
Baca juga: AS-Turki Sepakat Kasus Khashoggi Harus Diklarifikasi.

Sebelumnya Erdogan sempat melakukan pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui telepon membahas isu ini. Kedua pemimpin yang berbicara pada Minggu 21 Oktober itu sepakat bahwa kasus Khashoggi perlu diberikan kejelasan dari segala aspek.
 
Trump sendiri mengatakan kepada The Washington Post bahwa 'ada yang harus dilakukan' sebagai respons kematian Khashoggi. Tetapi menurut Trump, Amerika Serikat tidak boleh membiarkan insiden ini menganggu perjanjian penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai USD10 miliar yang diumumkannya 2017 lalu.
 
"Ini adalah pesanan terbesar dalam sejarah," tegas Trump.
 
"Menyerahkan kesepakatan itu akan memengaruhi kita, dibandingkan dengan mereka (Arab Saudi). (Jika gagal) mereka hanya pergi ke Rusia atau Tiongkok (untuk membeli senjata). Tentu hal ini bisa merusak Amerika," tutur Trump.
 
Tetapi salah satu pendukung Trump, Senator Kentucky, Rand Paul menyebutkan bahwa penjualan senjata seharusnya tidak dilihat sebagai program kerja. Sedangkan beberapa anggota senat AS lainnya skeptis dengan penjelasan Arab Saudi atas kematian Khashoggi.
 
Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS, Bob Corker mengatakan kepada CNN bahwa, dirinya yakin Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bertanggung jawab dalam kasus ini. "Iya. Saya yakin dia ada kaitannya," ucap Corker.
 
Para pejabat AS saat ini dihadapkan pada penjelasan normatif dari Arab Saudi. Klaim rekaman suara mengenai penyiksaan  yang dialami Khashoggi dari Turki, juga belum dibuktikan. Trump sendiri membantah bahwa ada pejabat AS yang sudah mendengar rekaman itu.
 
The Washington Post yang mendapatkan pengakuan dari pejabat AS mengatakan bahwa ada pejabat Central Intelligence Agency (CIA) yang sudah mendengar rekaman suara penyiksaan dari Khashoggi. Namun verifikasi terhadap rekaman suara ini makin mempersulit penjelasan Arab Saudi atas kematian jurnalis yang kerap mengkritik keluarga kerajaan itu.
 
Keterangan Arab Saudi diragukan
 
Setelah mengumumkan penyebab kematian dari Khashoggi pada akhir pekan lalu, banyak yang meragukan keterangan dari pihak Arab Saudi. Pemimpin di Eropa dan kelompok pemerhati hak asasi manusia (HAM), Amnesty International skeptis dengan penjelasan dari Negeri Petrodolar ini.
 
Inggris, Jerman dan Prancis mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam pembunuhan dari Khashoggi. Mereka menuntut penjelasan lengkap.

Baca juga: Trump Tuding Arab Saudi Berbohong soal Kematian Khashoggi.


"Sangat diperlukan klarifikasi atas apa yang telah terjadi. Penjelan Arab Saudi atas kematian jurnalis Khashoggi, perlu disertai dengan fakta agar lebih kredibel," tutur pernyataan itu.
 
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan, situasi yang meliputi kematian Khashoggi sangatlah menyedihkan. Mogherini mendesak dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh, transparan sekaligus kredibel.
 
Sementara pihak Amnesty International meminta Arab Saudi untuk menyerahkan jasad dari Khashoggi agar bisa segera diautopsi. Direktur wilayah Timur Tengah Amnesty, Samah Hadid mengatakan, diperlukan adanya penyelidikan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar Arab Saudi tidak menghilangkan bukti.
 
Hadid menambahkan, penutupan atas kasus ini kemungkinan besar dilakukan untuk menjaga kepentingan bisnis Arab Saudi di dunia internasional.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id