Korban serangan udara di Kunduz, Afghanistan. (Foto: AFP).
Korban serangan udara di Kunduz, Afghanistan. (Foto: AFP).

Serangan Udara Tewaskan 13 Orang di Afghanistan

Internasional afghanistan
Marcheilla Ariesta • 25 Maret 2019 18:32
Kunduz: Sebanyak 13 warga sipil tewas dalam serangan udara oleh 'pasukan internasional' di Kota Kunduz, Afghanistan akhir pekan lalu. Kebanyakan dari korban tewas adalah anak-anak.
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan serangan terjadi pada Jumat malam dan Sabtu pagi. Serangan dilakukan untuk mendukung operasi darat yang dilakukan pasukan pro-pemerintah dalam memerangi Taliban di daerah itu.
 
"Penemuan fakta awal menunjukkan 10 dari mereka yang tewas adalah anak-anak, mereka bagian dari keluarga besar yang sama dan terlantar akibat pertempuran di tempat lain negara itu," kata misi PBB di Afghanistan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Senin, 25 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Amerika Serikat (AS) merupakan satu-satunya anggota koalisi internasional di Afghanistan yang memberikan dukungan udara dalam konflik tersebut.
 
Juru bicara NATO mengatakan koalisi tengah menyelidiki serangan udara tersebut. "Mereka yang tewas adalah keluarga pengungsi internal yang melarikan diri dari perang di distrik Dasht-e-Archi. Mereka baru-baru ini pindah ke kota," ujar Khosh Mohammad Nasratyar, anggota dewan provinsi Kunduz.
 
Dia menambahkan, tiga anak juga terluka dalam insiden itu.
 
Warga sipil Afghanistan terus menanggung beban konflik. Dengan serangan ini, lebih banyak warga yang tewas dalam perang Afghanistan pada 2018 daripada tahun-tahun sebelumnya.
 
PBB mengatakan jumlah kematian yang lebih banyak dari tahun sebelumnya disebabkan penargetan warga sipil yang disengaja. Menurut laporan tersebut, sebagian besar korban berasal dari serangan bunuh diri oleh pemberontak yang bersekutu dengan Taliban atau Islamic State (ISIS).
 
Pertempuran terus terjadi di Afghanistan bahkan ketika AS dan Taliban tengah terlibat dalam pembicaraan damai. Pertemuan AS dan Taliban bertujuan mengakhiri hampir 18 tahun pertempuran.
 
Menurut PBB, setidaknya ada 32 ribu warga sipil yang tewas dan lebih dari 60 ribu lainnya terluka dalam satu dekade terakhir.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif