Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman akan kunjungi Jakarta, minggu depan. (Foto: AFP).
Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman akan kunjungi Jakarta, minggu depan. (Foto: AFP).

Kunjungan Pangeran Saudi Diharapkan Bukan untuk Perbaiki Citra

Internasional indonesia-arab saudi
Sonya Michaella • 14 Februari 2019 17:14
Jakarta: Rencana kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Indonesia, pekan depan, diharap memiliki arti dan akan membuahkan hasil. Hal ini dikatakan oleh pengamat Timur Tengah dari LIPI, Nostalgiawan.
 
Baca juga: Putra Mahkota ke Indonesia, Arab Saudi Tak Lagi Jual Mahal.
 
“Kunjungan ini kan atas permintaan Pangeran Saudi sendiri. Seharusnya kunjungan ini memiliki arti. Bukan untuk memperbaiki citra pangeran,” ujar Nostalgiawan kepada Medcom.id, Rabu 14 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Citra yang dimaksud Nostalgiawan adalah citra Pangeran Mohammed bin Salman yang sempat tercoreng akibat kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Istanbul, Turki. Nostalgiawan berharap, kunjungan perdana ke Indonesia ini tidak disusupi maksud tersebut.
 
“Media-media internasional kan mengklaim bahwa kunjungan ke Asia ini untuk memperbaiki citranya. Sebenarnya, di Indonesia, kasus Khashoggi tidak terlalu relevan. Jika memang benar hanya untuk memperbaiki citra, ya itu mengecewakan,” ujarnya.
 
Dia berharap, kunjungan Pangeran Mohammed bin Salman merupakan kunjungan yang serius untuk membahas poin-poin kerja sama lanjutan yang pernah dibawa Raja Salman saat ke Indonesia, 2017 lalu.
 
“Kunjungan Raja Salman saat itu memiliki efek bola salju sampai sekarang. Catatan penting, kunjungan Pangeran Mohammed bin Salman harus benar-benar serius. Jika tidak, tak ada bedanya dengan para pendahulunya,” tutur dia.
 
Baca juga: Kemenlu RI Konfirmasi Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi.
 
Di samping itu, menurut Nostalgiawan, tidak bisa diprediksi mengapa Kerajaan Arab Saudi akhirnya memasukkan Indonesia di dalam daftar negara yang akan dikunjungi Pangeran Mohammed bin Salman selain Tiongkok, Malaysia, Pakistan dan India.
 
“Yang kita bisa baca hanya kenyataan bahwa Indonesia perlu impor minyak Arab Saudi, keselamatan TKI dan kuota Haji. Kemungkinan besar saat ini, Indonesia sudah dipandang cukup berbeda di mata Kerajaan Arab Saudi,” ungkapnya.
 
Adanya penilaian berbeda ini juga merupakan efek dari kunjungan Raja Salman ke Bali pada 2017. Dari kunjungan ini, ucap dia, membuka mata Kerajaan Arab Saudi bahwa Indonesia memiliki banyak potensi, terutama di bidang pariwisata.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif