Militer Israel Mengaku Tak Sengaja Tembak Mati Razan al-Najjar
Razan al-Najjar tewas diterjang peluru pasukan Israel pada 1 Juni 2018 (Foto: MME).
Tel Aviv: Militer Israel bersuara terkait penembakan yang dilakukan prajuritnya terhadap petugas medis Palestina, Razan al-Najjar.
 
Menurut mereka penembakan itu terjadi karena tidak disengaja. Hal ini disampaikan langsung melalui pernyataan resmi militer Israel.
 
Baca juga: Kepedihan Teramat Dalam dari Ibunda Razan al-Najjar.
 
"Dalam hasil penyelidikan awal ditemukan bahwa sejumlah kecil peluru ditembakkan dalam insiden itu. Tidak ada tembakan yang secara sengaja diarahkan kepada dirinya (Razan al-Najjar)," ujar pernyataan pihak militer Israel, seperti dikutip dari Al Araby, Rabu 5 Mei 2018.
 
Tidak dijelaskan secara pasti apa yang menyebabkan terbunuhnya petugas medis berusia 21 tahun itu. Tetapi pihak Israel mengatakan bahwa penyelidikan tetap dilanjutkan dan hasilnya akan diserahkan kepada Departemen Hukum Militer Israel.
 
Kelompok pemerhati HAM menyebutkan adanya budaya bebas dari hukuman di dalam tubuh militer Israel, memungkinkan prajurit mereka melenggang melaukan kekerasan berlebih terhadap warga sipil Israel.
 
Setidaknya 125 warga Palestina terbunuh oleh penembak jitu Israel sejak dimulai protes 30 Maret lalu. Protes "Great Return March" ini menuntut kembalinya warga Palestina ke tanah yang dikuasai oleh Israel dalam perang 1948.
 
Protes warga Palestina ini dipusatkan di perbatasan Gaza dan Israel. Seluruh korban tewas adalah warga Palestina dan tidak warga Israel yang menjadi korban.
 
PBB mengecam
 
Ulah Israel ini mendapatkan kecaman dari dunia internasional, terutama negara Timur Tengah dan negara mayoritas Muslim. Namun negara Barat tetap berdiam diri atas pembunuhan terhadap Razan.
 
Baca juga: PBB Kecam Penembakan Israel terhadap Razan al-Najjar.
 
Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah Nickolay Mladenov menegaskan bahwa petugas medis bukan target serangan.
 
"Israel harus memperhitungkan penggunaan kekerasan dan Hamas harus mencegah insiden di perbatasan," tegas Mladenov dalam akun Twitternya.
 
Sementara Palestinian Medical Relief Society menyebutkan bahwa perempuan itu mencoba memberikan pertolongan kepada seorang pedemo saat ditembak di bagian dada. Tiga orang perawat lainnya juga ditembaki peluru tajam di hari yang sama kematian Razan.
 
Korban terus berjatuhan
 
Prajurit Israel kembali melakukan pembunuhan terhadap warga seorang Palestina. Korban tewas pada Rabu 6 Juni 2018 pagi waktu setempat di dekat Ramallah.
 
Baca juga: Pemuda Palestina Tewas Diterjang Peluru Pasukan Israel.
 
Ezzeddin Abdul-Hafith Tamimi tewas dengan luka tembak jarak dekat. Prajurit Israel yang jaraknya mencapai hanya dua meter dari dirinya, melepaskan tembakan dan menyebabkan tiga peluru bersarang di lehernya.
 
Berdasarkan keterangan para saksi, banyak warga Palestina yang mencoba memberikan pertolongan kepadanya tetapi prajurit Israel mencegah mereka untuk mendekat.
 
"Pihak medis Palestina dipanggil untuk ke lokasi kejadian, tetapi prajurit Israel justru menyerang mereka. Prajurit Israel mencegah para petugas medis untuk merawat pemuda yang terluka parah itu dan akhirnya dia meninggal," ujar seorang saksi, seperti dikutip Middle East Monitor, Rabu 6 Juni 2018.
 
Ternyata Tamimi berulangkali ingin diculik oleh pihak Israel dalam beberapa aksi. Namun dirinya berhasil untuk melarikan diri.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id