Papua Nugini Larang Penggunaan Facebook
Ilustrasi Facebook. (Foto: AFP).
Port Moresby: Pemerintah Papua Nugini melarang penggunaan Facebook selama sebulan. Hal ini dikarenakan mereka akan menindak 'pengguna akun palsu' dan mempelajari pengaruh situs tersebut terhadap populasi di sana.

Menteri Komunikasi Papua Nugini, Sam Basil mengatakan penutupan tersebut akan memungkinkan analis untuk melakukan penelitian mengenai pengguna situs dan bagaimana mereka menggunakannya.

Dia mengakui kekhawatiran mengenai kesejahteraan sosial, keamanan dan produktivitas di negaranya kian meningkat usai warga menggunakan Facebook dan situs lainnya.


"Waktu sebulan ini akan memungkinkan informasi dikumpulkan dan mengidentifikasi pengguna yang bersembunyi di balik akun palsu atau mereka yang mengunggah gambar porno, mengunggah informasi palsu dan lain sebagainya. Semua itu perlu disaring dan dihapus," ucap Basil, seperti dilansir dari laman The Guardian, Selasa 29 Mei 2018.

Dia menambahkan hal tersebut akan memungkinkan pengguna dengan identitas yang benar untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Basil telah berulang kali melakukan hal seperti ini untuk melindungi privasi para pengguna Facebook, terlebih setelah ada kasus kebocoran data oleh Cambridge Analytica.

"Dua kasus yang melibatkan Facebook menunjukkan kepada kita kerentanan data warga ketika menggunakan jaringan sosial ini," imbuhnya.

Basil menuturkan risiko kerentanan Facebook lebih luas daripada potensi ancaman pelanggaran data, termasuk kemungkinan keamanan negara.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id