Unjuk rasa berlangsung di Beirut, Lebanon, Kamis 24 Oktober 2019. (Foto: AFP)
Unjuk rasa berlangsung di Beirut, Lebanon, Kamis 24 Oktober 2019. (Foto: AFP)

Demonstran Blokade Sejumlah Ruas Jalan Ibu Kota Lebanon

Internasional konflik lebanon
Willy Haryono • 25 Oktober 2019 07:05
Beirut: Unjuk rasa di Lebanon telah memasuki pekan kedua pada Kamis 24 Oktober 2019. Para demonstran memblokade sejumlah ruas jalan utama di Beirut dan beberapa titik lainnya di Lebanon.
 
Dipicu rencana penerapan pajak untuk aplikasi bertukar pesan WhatsApp pada 17 Oktober, aksi protes di Lebanon berubah menjadi penentangan terhadap pemerintah yang dianggap rusak dan korup.
 
Dikutip dari kantor berita RT, sejumlah demonstran membentuk barikade dan penghalang di sejumlah titik di sekitar ibu kota Lebanon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri telah menyuguhkan sebuah paket reformasi, termasuk memangkas gaji para menteri. Namun semua itu tidak berhasil menghentikan jalannya demonstrasi.
 
Rabu 23 Oktober, PM Hariri telah bertemu dengan sejumlah pejabat keamanan dan perwira militer Lebanon. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dalam negeri dan terbukanya akses jalan raya.
 
Amerika Serikat telah menyerukan para pemimpin Lebanon untuk bertindak cepat dalam memenuhi tuntutan "sah" para pengunjuk rasa.
 
Menurut data Bank Dunia, lebih dari seperempat total populas di Lebanon hidup di bawah garis kemiskinan. Rapuhnya perekonomian Lebanon diperparah berkecamuknya perang sipil di negara tetangga, Suriah, yang telah berlangsung selama delapan tahun.
 
Pekan kemarin, militer Lebanon mulai bergerak untuk mengahiri aksi protes. Sejumlah jalan raya utama yang sempat diblokade demonstran telah dibuka kembali oleh para prajurit Lebanon. Pasukan Keamanan Internal Libya mengatakan 70 demonstran telah ditangkap.
 
Dalam sebuah pidato nasional, PM Hariri mengatakan kepada para pedemo bahwa situasi saat ini terjadi karena lawan politiknya selalu menghalang-halangi proposal reformasi.
 
"Saya telah lari dari ibu kota ke ibu kota sejak empat tahun terakhir, dan merancang rencana untuk meningkatkan pendapatan negara serta memangkas belanja," ujar PM Hariri.
 
"Tapi saya kesal karena lawan-lawan politik saya selalu saja menghalangi usaha tersebut," lanjut dia.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif