Israel Tunda Penghancuran Desa Palestina di Tepi Barat
Desa Khan al-Ahmar di Tepi Barat. (Foto: AFP/File)
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunda penghancuran sebuah desa di Tepi Barat yang sempat menyedot perhatian global. Sebelumnya, Israel mengeluarkan perintah evakuasi agar semua warga meninggalkan desa bernama Khan al Ahmar tersebut.

"Tujuan penundaan adalah memberikan kesempatan untuk bernegosiasi," ungkap pernyataan dari kantor PM Netanyahu, seperti dikutip dari TRT World, Minggu 21 Oktober 2018.

Israel mengatakan desa kecil tersebut, terletak di Yerusalem timur di sepanjang jalan menuju Laut Mati, dibangun secara ilegal. Seluruh warga di desa tersebut sudah disuruh pergi pada awal Oktober.


Nasib Khan al Ahmar menarik perhatian internasional. Sejumlah negara Eropa menyerukan kepada Israel agar tidak menghancurkan desa tersebut.

Rabu kemarin, kepala jaksa Pengadilan Kriminal Internasional mengingatkan bahwa "evakuasi paksa" di desa tersebut bisa saja diklasifikasikan sebagai kejahatan perang.

Sejumlah warga desa menolak pergi, dan Israel meresponsnya dengan peringatan akan mengusir paksa dan menghancurkan Khan al Ahmar.

Keputusan menghancurkan desa Khan al Ahmar diambil setelah perselisihan status hukum selama bertahun-tahun. Negosiasi juga telah dilakukan beberapa kali mengenai relokasi dari desa tersebut.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id