Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel. (Foto: AFP)
Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel. (Foto: AFP)

Suriah Anggap Pengakuan AS Atas Golan Tak Berpengaruh

Internasional amerika serikat suriah israel
Sonya Michaella • 26 Maret 2019 15:26
Damaskus: Wakil Perdana Menteri Suriah Walid Al-Moallem mengatakan keputusan Amerika Serikat (AS) tidak akan mempengaruhi status Dataran Tinggi Golan. AS baru saja mengakui bahwa Golan merupakan wilayah milik Israel.
 
"Golan sudah kebal karena warga Suriah, tentara Suriah dan resolusi PBB. Keputusan AS tidak akan berpengaruh apa-apa," kata Al-Moallem, dikutip dari AFP, Selasa 29 Maret 2019.
 
Al-Moallem mencontohkan sikap AS yang seenaknya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sebagai tindakan melanggar hukum, begitu juga dengan pengakuan Golan sebagai wilayah Israel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Trump tidak bisa melakukan apa-apa. Golan tetap milik rakyat Suriah. Tindakan AS merupakan penghinaan terhadap hukum internasional," ucap dia.
 
Baca:Presiden Palestina Kecam AS Akui Golan Milik Israel
 
Mengenai reaksi internasional, Suriah menentang keras terhadap keputusan Trump, begitu juga dengan negara-negara lain seperti Turki, Arab Saudi, Indonesia, bahkan Rusia.
 
Penandatanganan pengakuan ini dilakukan Trump di hadapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sedang berkunjung ke Washington.
 
"Setelah 52 tahun, akhirnya AS mengakui Golan atas Israel. Seharusnya ini sudah dilakukan sejak dulu," ucap Trump.
 
Berdasarkan sejarah, Israel berhasil merebut wilayah Golan dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada 1967. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut ada nenek moyang bangsa Yahudi di Golan.
 
Wilayah ini terletak sekitar 60 km barat daya ibu kota Suriah, Damaskus, dan mencakup sekitar 1.200 km persegi. Para pemukim tinggal bersama sekitar 20.000 warga Suriah, kebanyakan dari mereka adalah orang Arab Druze, yang tidak melarikan diri ketika Golan dikuasai Israel.
 
Sementara itu, aneksasi Israel atas Golan tak pernah diakui oleh komunitas internasional. Bahkan ketika Israel mengumumkannya secara resmi pada 1981.
 


 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif