Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Iran Akui Tahan Warga Australia atas Tuduhan Mata-mata

Internasional australia iran
Arpan Rahman • 18 September 2019 10:00
Teheran: Iran mengakui untuk kali pertama telah menahan tiga warga negara Australia atas tuduhan mata-mata. Mereka yang ditangkap termasuk dua yang memiliki kewarganegaraan ganda Inggris.
 
Dua dari mereka terlihat mengambil foto di wilayah militer, sementara yang lain memata-matai negara itu, menurut kantor berita Fars, mengutip juru bicara pengadilan Gholamhossein Esmaili.
 
"Pengadilan akan memutuskan apakah orang ini (ditahan karena mata-mata) bersalah atau tidak," Esmaili menambahkan, dilansir dari Sky News, Rabu 18 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia tidak mengonfirmasi identitas mereka yang ditahan, juga tidak mengatakan kapan mereka ditangkap.
 
Salah satu tahanan, dosen Universitas Melbourne Kylie Moore-Gilbert, yang dilaporkan telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Dua lainnya, blogger perjalanan Jolie King dan pacarnya Mark Firkin. King dan Moore-Gilbert memiliki kewarganegaraan ganda Inggris dan Australia.
 
Ketiganya ditahan di penjara Evin, terkenal karena menampung para tahanan politik Iran dan kondisi kelayakannya dipertanyakan. Moore-Gilbert ditangkap pada Oktober tahun lalu dan ditahan di sel isolasi. Sementara King dan Firkin ditangkap pada Juli setelah mereka kedapatan mengoperasikan sebuah drone tanpa lisensi di dekat Teheran.
 
Kementerian Luar Negeri Australia mengatakan pihaknya memberikan bantuan konsuler kepada keluarga tiga warga Australia.
 
Keluarga Dr Moore-Gilbert mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berada dalam "kontak erat" dengan pemerintah Australia, menambahkan: "Kami percaya bahwa peluang terbaik untuk mengamankan pemulangan Kylie adalah melalui saluran diplomatik."
 
Ketiga kasus tersebut diyakini terpisah. Para pejabat Australia mengumumkan penahanan pekan lalu dan mengatakan mereka mendorong Iran untuk membebaskan yang ditahan.
 
Iran dalam beberapa tahun terakhir menahan sejumlah warga negara ganda, termasuk kebangsaan Inggris-Iran, Nazanin Zaghari-Ratcliffe, seorang ibu asal London yang ditahan dengan tuduhan mata-mata sejak 2016. Zaghari-Ratcliffe membantah tuduhan itu.
 
Menlu Inggris Dominic Raab, yang bertemu dengan Duta Besar Iran pada Rabu, berkata telah "merebak keprihatinan serius tentang jumlah warga negara ganda yang ditahan oleh Iran dan kondisi penahanan mereka", menurut Kantor Kemenlu Inggris.
 
Hubungan antara Inggris dan Iran tegang dalam beberapa bulan terakhir karena krisis yang melibatkan penyitaan tanker minyak di Teluk.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif