Arab Saudi Klaim tak Tahu Keberadaan Jasad Khashoggi
Jurnalis Arab Saudi yang dibunuh, Jamal Khashoggi. (Foto: AFP).
Riyadh: Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kerajaan tidak tahu di mana mayat wartawan Jamal Khashoggi. Meski demikian, mereka mengakui wartawan itu dibunuh di kantor konsulat yang ada di Istanbul, Turki.

"Kami tidak tahu, dalam hal rinci, kami tidak tahu di mana mayatnya berada," kata Jubeir, dilansir dari laman Channel News Asia, Senin 22 Oktober 2018.

Dia menyebut pembunuhan tersebut sebagai kesalahan luar biasa, terlebih dilakukan di konsulat. Pihaknya, kata dia, juga telah menahan 18 orang terkait kasus ini.


"Orang-orang yang melakukan ini berada di luar lingkup otoritas mereka. Jelas ada kesalahan besar yang dibuat, tambahan kesalahan, upaya untuk mencoba menutupi," tuturnya.

Dia mengatakan kebohongan tersebut tidak dapat diterima di pemerintahan mana pun. Karenanya, kini mereka tengah melanjutkan penyelidikan bersama Turki untuk mencari jasad sang jurnalis.

Baca: Arab Saudi Akui Khashoggi Dibunuh di Konsulat

Walaupun ada kabar pembunuhan diperintahkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, namun Jubeir membantahnya. Laporan menyebutkan sang pangeran geram karena Khashoggi sering membuat artikel yang menjatuhkannya.

"Ini adalah operasi nakal dan salah individu. Mereka membuat kesalahan karena membunuh Jaman Khashoggi di konsulat dan berusaha menutupinya," imbuh dia.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku "tidak puas" dengan penjelasan Arab Saudi mengenai kematian jurnalis Jamal Khashoggi. Trump menyebut, meski AS ikut mengambil tindakan dalam menyelidiki kasus Khashoggi, dirinya tidak mau hal tersebut memengaruhi penjualan senjata Negeri Paman Sam ke Arab Saudi.



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id