Lebih dari 56 ribu senjata api telah diserahkan warga Selandia Baru ke polisi usai terjadinya penembakan massal di Christchurch pada 15 Maret 2019. (Foto: AFP)
Lebih dari 56 ribu senjata api telah diserahkan warga Selandia Baru ke polisi usai terjadinya penembakan massal di Christchurch pada 15 Maret 2019. (Foto: AFP)

Warga Selandia Baru Serahkan 56 Ribu Senjata Api

Internasional selandia baru
Willy Haryono • 22 Desember 2019 09:04
Wellington: Lebih dari 56 ribu senjata api telah diserahkan ke otoritas Selandia Baru selama enam bulan periode amnesti. Penyerahan ini dilakukan usai Selandia Baru melarang kepemilikan senjata api semi-otomatis terkait pembunuhan 51 orang di dua masjid di Christchurch.
 
Larangan memiliki senjata semi-otomatis disepakati parlemen Selandia Baru usai terjadinya penembakan di Christchurch pada 15 Maret. Penembakan massal itu merupakan yang terburuk di era modern Selandia Baru.
 
Skema penyerahan senjata api di Selandia Baru dimulai April lalu. Sebagai kompensasi, pemilik mendapat uang senilai 95 persen dari harga senjata yang diserahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program penyerahan senjata berakhir pada 20 Desember lalu. Kepolisian Selandia Baru mengklaim program amnesti ini berjalan sukses.
 
"Kami telah menerima lebih dari 50 ribu senjata api dari masyarakat. Ini adalah hal yang baik," kata Menteri Kepolisian Selandia Baru Stuart Nash, dikutip dari laman BBC, Sabtu 21 Desember 2019.
 
Namun program ini mendapat kritik dari sejumlah grup, termasuk Dewan Kepemilikan Senjata Api Berlisensi. Juru bicara grup tersebut, Nicole McKee, mengatakan kepada New Zealand Herald bahwa ada sekitar 170 ribu senjata terlarang di seantero negeri.
 
"Beberapa dari pemilik akan menyembunyikan senjata mereka. Sebagian dari mereka melakukannya untuk menjaga nilai historis, tapi ada juga yang tidak tahu mengenai program ini," kata McKee.
 
Kepolisian Selandia Baru mengestimasi ada 1,2 juta senjata legal yang dimiliki warga sipil pada 2016.
 
Pada 15 Maret, pria bernama Brenton Tarrant menyerang dua masjid Al Noor dan Lindwood Islamic Centre di Christchurch. Ia didakwa pasal pembunuhan 51 orang, 40 dakwaan percobaan pembunuhan dan satu pasal terorisme.
 
Pelaku menggunakan senapan semi-otomatis, dan diyakini telah memodifikasi senjatanya agar dapat memuat lebih banyak peluru. Ia menyatakan tak bersalah terhadap semua dakwaan, dan akan menjalani persidangan lanjutan tahun depan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif