Sesaat sebelum kehilangan kontak pesawat Air Algerie 5017, kru pesawat sempat meminta untuk mengurungkan perjalanannya ke Aljazair dan kembali ke Ouagadougou, Burkina Faso, karena cuaca buruk yang terlihat pada radar.
Melansir AFP, Selasa (29/7/2014), pesawat itu pun akhirnya jatuh di sudut terpencil Mali tak lama kemudian. Serta menewaskan seluruh penumpang dan awak kapal yang berjumlah 118 orang.
Adapun pihak berwenang setempat sebelumnya telah mengetahui permintaan pesawat Air Algerie untuk meminta balik arah, namun tidak kembali ke daerah asal. Rekaman kotak hitam pesawat tersebut telah tiba di Paris, Prancis pada Senin, 28 Juli 2014 waktu setempat.
AFP melaporkan, tragedi yang terjadi pada 24 Juli ini merupakan bencana maskapai ketiga hanya dalam waktu seminggu. Kecelakaan ini datang setelah jatuhnya Malaysia Airlines MH17 di atas Ukraina dan pendaratan gagal TransAsia Airways 222 di Taiwan. (AFP/Time)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News