Perusahaan Indonesia Raih Proyek Renovasi Istana Presiden Niger

Fajar Nugraha 10 Agustus 2018 09:34 WIB
indonesia-niger
Perusahaan Indonesia Raih Proyek Renovasi Istana Presiden Niger
Wamenlu RI AM Fachir menjadi saksi penandatanganan kontrak pengerjaan proyek renovasi Istana Presiden Niger oleh PT. WIKA (Foto: Dok.Kemenlu RI).
Niamey: Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir menjadi saksi penandatanganan kontrak pengerjaan proyek renovasi Istana Presiden Niger oleh PT. WIKA dengan nilai 20 juta Euro atau sekitar Rp332 miliar.
 
Kontrak tersebut ditandatangani oleh Direktur Operasional III WIKA, Destiawan dan Kepala Kabinet Niger, Ouhoumoudou Mahamadou.
 
"Proyek ini bersejarah dan memiliki nilai strategis mengingat inilah proyek pertama PT. WIKA di kawasan Afrika Sub-Sahara. Saya yakin setelah proyek ini, akan ada lagi proyek-proyek berikutnya, baik di bidang infrastruktur atau bidang lain yang potensial," ujar Wamenlu RI dalam sambutan singkat usai menyaksikan penandatanganan kontrak, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, yang diterima Medcom.id, 10 Agustus 2018.
 
Proyek renovasi Istana Niger merupakan hasil konkret dari kunjungan kenegaraan Presiden Niger yang telah dilaksanakan pada Oktober 2017. Pada saat kesempatan Indonesia-Africa Forum di Bali, 10-11 April 2018, juga telah dilakukan penandatanganan kesepakatan awal proyek renovasi tersebut.
 
WIKA akan memanfaatkan fasilitasi pembiayaan dari Indonesia Eximbank, yang juga turut hadir menyaksikan penandatanganan. Skema dimaksud menunjukan sinergi kuat dan positif antara BUMN dan Lembaga Indonesia yang perlu direplikasi di negara lain di Afrika.
 
"Seluruh pihak terkait terus bekerjasama dengan erat untuk mengidentifikasi proyek infrastruktur lainnya yang dapat menjadi business deals konkret pada kegiatan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue yang akan diselenggarakan pada 20-21 Agustus 2019," tutur Wamenlu.
 
Wilayah Afrika patut menjadi perhatian sebagai pasar potensial bagi Indonesia. Afrika sangat memiliki peluang besar untuk Indonesia mengembangkan pasar non-tradisional.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id