Turki Larang Dua Pengamat Asing Pantau Pemilu
Euforia pemilu Turki sudah sangat terasa (Foto: AFP).
Istanbul: Sebanyak dua anggota parlemen dari Jerman dan Swedia dilarang masuk ke Turki oleh pemerintah setempat. Keduanya sedianya akan menjadi pengamat pemilu Turki.
 
Kedua orang itu menyebutkan Turki memblokir mereka sebagai pengamat internasional Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) untuk pemilihan penting akhir pekan ini.
 
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan partainya, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) maju dalam pemilihan parlemen dan presiden hari Minggu yang bisa menyebabkan perubahan besar dalam cara negara itu diperintah.
 
"Saya dijadwalkan membantu memantau pemilihan itu untuk Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE). Hal ini juga kami lakukan beberapa tahun lalu," ucap Anggota parlemen Jerman Andrej Hunko dari Partai Die Linke, seperti dikutip VOA Indonesia, Jumat 22 Juni 2018.
 
Tetapi ia diberitahu Kamis oleh perwakilan OSCE Turki bahwa ia tidak bisa datang, memaksanya turun dari penerbangan ke Turki dari Wina pada saat-saat terakhir.
 
Ia menilai larangan masuk itu sebagai 'penghinaan yang belum pernah terjadi terhadap pemantau pemilu internasional'. Hunko menilai kubu Erdogan yang semakin resah.
 
Anggota parlemen Partai Hijau Swedia, Jabar Amin,  Kamis mengatakan ia ditahan di Bandara Istanbul, di mana para pejabat berencana menerbangkannya kembali ke Stockholm.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id