Liga Arab Diminta Boikot Negara yang Ikuti Langkah AS Terkait Yerusalem

Marcheilla Ariesta 29 Desember 2017 13:23 WIB
palestina israel
Liga Arab Diminta Boikot Negara yang Ikuti Langkah AS Terkait Yerusalem
Demonstrasi mendukung Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina (Foto: AFP).
Ramallah: Pemerintah Palestina mendesak Liga Arab melakukan boikot kepada negara-negara yang berniat memindahkan kedutaan besar mereka di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
 
Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Riyad al-Maliki mengatakan pemerintah otonomi nasional (PNA) akan mendesak Liga Arab memenuhi tuntutan mereka itu. Dia menjelaskan pejabat Palestina akan menyerukan kepada lima negara Arab untuk melaksanakan resolusi pertemuan Liga Arab 1980.
 
Dilansir dari Xinhua, Jumat 29 Desember 2017, Liga Arab dijadwalkan mengadakan konferensi tingkat menteri pada 6 Januari mendatang di Ibu Kota Yordania, Amman. Pertemuan ini guna mendesak Amerika Serikat (AS) mencabut keputusannya atas Yerusalem.
 
"Kami akan mendesak konvensi untuk menuntut semua negara Arab agar melaksanakan resolusi pertemuan puncak Amman pada 1980, untuk membekukan hubungan politik dan komersial dengan negara yang memindahkan kedutaan besar mereka ke Yerusalem, atau mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Israel," ujarnya.
 
Al-Maliki menambahkan, Guatemala harus membayar harganya jika jadi mengikuti keputusan AS. Mereka mengancam Guatemala tidak akan bisa lagi menjual lebih dari 90 persen kapulaga ke negara-negara Arab.
 
Al-Maliki memperkirakan 10 negara lagi akan memindahkan kedutaan besar mereka ke Yerusalem. Namun, mereka berharap negara-negara tersebut mencabut keputusannya.
 
Pekan lalu, 138 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa memberi suara mendukung resolusi menolak perubahan posisi dan status Yerusalem. Resolusi itu hendak dikeluarkan menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan hendak memindahkan kedubes mereka ke sana.




(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id