Rusuh di Gaza, Turki-Israel Saling Usir Diplomat
Protes warga Palestina di perbatasan Gaza, kemarin. (Foto: AFP)
Ankara: Pasca bentrokan di Gaza, Turki meminta duta besar Israel di Ankara untuk segera keluar dari negara itu. Hal ini sebagai balasan karena sedikitnya 60 warga Palestina tewas di jalur itu.

"Duta Besar Eitan Naeh diberitahu oleh Menteri Luar Negeri Turki bahwa pantas jika ia kembali ke Israel untuk sementara waktu," sebut pejabat dari Kementerian Luar Negeri Turki, dikutip dari Anadolu, Rabu 16 Mei 2018.

Membalas perlakuan Turki, Kementerian Luar Negeri Israel ganti memanggil Konsul Jenderal Turki dan memintanya untuk sementara waktu kembali ke Ankara.


Tak hanya itu, perang kata-kata antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga terjadi di Twitter.

Erdogan menyebut, Israel sebagai negara teroris dan bentrokan di Gaza sebagai genosida. Pemerintah Turki pun menyatakan tiga hari berkabung. 

Sebaliknya, Netanyahu menyebut Erdogan tidak dalam posisi untuk "memberitakan moralitas Israel", karena ia mendukung gerakan Hamas yang menguasai Gaza.

"Jelas ia memahami terorisme dan pembantaian," tulis Netanyahu. 

Keputusan Turki tersebut menandai salah satu tanggapan diplomatik terkuat setelah bentrokan mematikan di Gaza untuk memprotes pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem, dua hari lalu. Selain 60 warga Palestina tewas, lebih dari 2.000 warga juga terluka.




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id