Presiden Foundation for the Study of Democracy Rusia, Maxim Grigoriev. Foto: Medcom.id/Sonya Michaella
Presiden Foundation for the Study of Democracy Rusia, Maxim Grigoriev. Foto: Medcom.id/Sonya Michaella

Pengamat Rusia Bantah Ada Serangan Kimia di Suriah

Internasional krisis suriah rusia
Sonya Michaella • 05 November 2019 20:09
Jakarta: Amerika Serikat (AS) kerap menuding bahwa pemerintah Suriah yang didukung Rusia mungkin telah melancarkan serangan kimia. Akibatnya, ratusan warga sipil mengalami sesak napas, bahkan tewas.
 
Media-media Barat juga menuding Suriah melakukan serangan tersebut di Douma, timur Suriah. Di wilayah ini, ada beberapa rumah sakit yang disebut menampung korban serangan kimia.
 
“Ini adalah berita palsu yang disebarkan oleh media Barat dan Amerika. Saya telah memeriksa di rumah sakit di Douma, tidak ada korban akibat serangan kimia,” kata Presiden Foundation for the Study of Democracy Rusia, Maxim Grigoriev, di Jakarta, Selasa 5 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Grigoriev juga menegaskan, tidak ada serangan kimia yang dilakukan Pemerintah Suriah di Douma atau wilayah lainnya di negara itu.
 
Organisasi relawan White Helmets juga melaporkan adanya serangan di Douma, dimana sejumlah keluarga dilaporkan kesulitan bernapas di dalam rumah dan tempat perlindungan.
 
Dugaan serangan gas di Douma terjadi satu tahun usai kejadian serupa terjadi di kota Khan Sheikhoun, Suriah. Serangan tersebut menewaskan puluhan orang.
 
“Organisasi White Helmets adalah pembohong. Tidak ada sama sekali serangan di Douma. Bahkan saya mewawancarai beberapa warga di sana,” tutur dia.
 
Pemerintah Inggris kala itu sempat menyerukan agar investigasi dugaan serangan gas beracun di Douma.Inggris juga meminta komunitas internasional merespons laporan ini.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif