Ratusan pengunjuk rasa di Jalur Gaza, 24 Februari 2019, mendesak Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk mundur dari jabatannya. (Foto: AFP/MAHMUD HAMS)
Ratusan pengunjuk rasa di Jalur Gaza, 24 Februari 2019, mendesak Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk mundur dari jabatannya. (Foto: AFP/MAHMUD HAMS)

Ratusan Warga Gaza Desak Presiden Palestina Mundur

Internasional palestina jalur gaza
Arpan Rahman • 25 Februari 2019 14:56
Gaza: Ratusan warga di Jalur Gaza mendesak Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas untuk mundur dari jabatannya, Minggu 24 Februari 2019. Mereka kesal karena Abbas sudah memangkas gaji pegawai PA di Jalur Gaza sejak awal 2017.
 
Tujuan dari pemangkasan adalah menekan kelompok Hamas agar mau mengembalikan kekuasaan di Jalur Gaza kepada Fatah, partai Abbas. Demonstran mengecam keras kebijakan Abbas tersebut, dan mendesaknya agar memberikan gaji penuh seperti biasa.
 
Dua tahun berlalu, kebijakan pemangkasan gaji masih berjalan. Ratusan warga Gaza pun geram dan mendesak Abbas untuk segera mundur. "Pergi!" teriak sekelompok orang di Jalur Gaza, seperti disitir dari laman UPI dan AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagian besar pengunjuk rasa adalah simpatisan Hamas dan Mohammed Dahlan, rival Abbas yang sudah dipecat dari partai Fatah dan kini hidup terasing.
 
Selain meminta agar gaji pegawai dibayarkan penuh, demonstran juga mendesak PA untuk meningkatkan pasokan listrik ke Jalur Gaza. Selama ini, warga di Gaza hanya dapat menikmati listrik dalam interval selama lebih kurang delapan jam.
 
Kemarahan warga juga dilemparkan kepada Israel, yang sudah lebih dari satu dekade terakhir memblokade Jalur Gaza.
 
Hamas menguasai Gaza pada 2007, dalam suatu momen yang hampir berujung perang sipil dengan Fatah. Sejumlah usaha rekonsiliasi Hamas dan Fatah sudah dilakukan, namun belum ada yang berujung kesepakatan damai.
 
Dua tahun lalu, Hamas dan Fatah sempat mencapai kesepakatan damai usai bentrok selama satu dekade. Kesepakatan tersebut sempat memunculkan harapan menuju kemerdekaan Palestina. Namun memasuki 2018, kedua kubu kembali berseteru karena satu dan lain hal.
 
Hamas dan Fatah sudah berseteru sejak 2007. Sejak saat itu, warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat dipimpin dua organisasi berbeda.
 
Sementara itu dalam peristiwa terpisah di Tepi Barat, sekitar 2.500 orang berdemonstrasi mendukung Abbas di kota Hebron.
 
Saat ini Abbas sedang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa-Liga Arab di Sharm El Sheikh, Mesir. Menurut laporan kantor berita WAFA, Abbas menyempatkan diri bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi di sela acara.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif