WNI perempuan yang terjaring operasi saat ke Mekkah untuk Umrah. (Foto: Dok. KJRI Jeddah)
WNI perempuan yang terjaring operasi saat ke Mekkah untuk Umrah. (Foto: Dok. KJRI Jeddah)

Sepanjang 2018, KJRI Jeddah Pulangkan 7.783 WNI Bermasalah

Internasional arab saudi wni
Sonya Michaella • 14 Januari 2019 12:13
Jeddah: Sepanjang 2018, KJRI Jeddah telah membantu pemulangan WNI sebanyak 7.783 orang. Mereka terdiri dari 2.199 laki-laki, 4.872 perempuan dan 712 anak-anak.
 
Dengan menerbitkan dokumen Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), seluruh WNI tersebut dapat dipulangkan. Sebelumnya, mereka sempat dimasukkan ke rumah tahanan imigrasi Arab Saudi karena melakukan berbagai pelanggaran.
 
Sebagian besar dari jumlah WNI tersebut adalah pemegang visa kerja. Namun, sebagian lagi ada yang memegang visa umrah dan kemudian menetap serta bekerja dan ada pula yang masuk ke Arab Saudi dengan visa ziarah namun dengan tujuan bekerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka ditangkap di beberapa tempat, seperti penampungan, jalanan bahkan ada yang di Perlintasan Tawaf dan Sa'i di dalam Masjidil Haram," kata Konsul Jenderal RI untuk Jeddah Mohamad Hery Saripudin kepada Medcom.id, Senin 14 Januari 2019.
 
Bahkan akhir Desember 2018 dan awal Januari 2019, sebanyak 25 WNI diamankan pihak keamanan Arab Saudi saat mendorong kursi roda jemaah umrah di Perlintasan Tawaf dan Sa'i Masjidil Haram dengan imbalan sejumlah uang.
 
"Mereka punya iqamah, semacam kartu izin menetap, tapi tetap ditangkap karena kedapatan bekerja bukan pada kafil (majikan)nya. Artinya yang mereka kerjakan tidak sesuai dengan profesi yang tertera di iqamah mereka," imbuh Hery.
 
Tak hanya WNI, warga negara asing di Arab Saudi juga bisa ditangkap karena berbagai pelanggaran. Sebagian diamankan karena masa berlaku izin tinggal telah habis, sebagian karena berbaur atau berada dalam satu rumah dengan WNI yang tidak berdokumen resmi. Ada juga karena bekerja tidak sesuai profesinya di kartu izin tinggal (iqamah).
 
Setelah ditahan, mereka harus membayar denda. Namun, jika tidak segera membayar denda, warga negara asing dan juga WNI tersebut akan terus ditahan sampai perwakilan negaranya yang berada di Arab Saudi dapat menjamin.
 
Seiring dengan maraknya razia oleh otoritas berwenang di Arab Saudi, Hery mengimbau agar WNI yang berada di Riyadh maupun Jeddah dan kota-kota lain untuk mematuhi hukum yang berlaku di Arab Saudi sehingga terhindar dari masalah hukum.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif