Rumah warga Suriah yang hancur akibat serangan udara di Idlib. (Foto: AFP).
Rumah warga Suriah yang hancur akibat serangan udara di Idlib. (Foto: AFP).

Warga Sipil Suriah Tewas dalam Serangan Udara Pemerintah

Internasional krisis suriah
Arpan Rahman • 07 Mei 2019 18:07
Idlib: Sedikitnya sembilan warga sipil tewas dalam serangan udara Pemerintah Suriah di Provinsi Idlib. Pasukan Suriah dan sekutunya Rusia terus membombardir benteng yang dikuasai pemberontak selama enam hari berturut-turut.
 
Serangan pada Minggu terjadi di kota-kota Kafr Nabl dan Khan Sheikhoun, menurut Pertahanan Sipil Suriah, juga dikenal sebagai White Helmets.
 
Pesawat-pesawat tempur Rusia menembak sebuah rumah sakit di desa Hass, dikuasai pemberontak di provinsi Idlib, membuatnya tidak berfungsi, kata pengamat perang Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang bermarkas di Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aktivis kolektif yang dikelola oposisi Baladi News juga melaporkan serangan udara di rumah sakit, menambahkan tidak jelas apakah ada korban.
 
SOHR mengatakan sejak dini hari Minggu 5 Mei, pesawat Rusia melakukan lebih dari 50 serangan udara di Idlib dan provinsi Hama di dekatnya.
 
Pertempuran terbaru menewaskan puluhan orang dan mengungsikan puluhan ribu lainnya di Idlib dan daerah-daerah yang dikuasai pemberontak. Mereka melarikan diri ke daerah yang lebih aman di utara. Ini jadi pertempuran terberat dalam beberapa bulan dan telah menimbulkan kekhawatiran pemerintah akan melancarkan serangan yang lebih luas buat merebut kembali benteng pemberontak besar terakhir negara tersebut.
 
Serangan ke rumah sakit dan klinik sebelumnya mendahului serangan besar pemerintah terhadap daerah-daerah yang dikuasai pemberontak, termasuk serangan 2016 di kota utara Aleppo dan serangan tahun lalu di pinggiran timur ibukota, Damaskus.
 
Dua korban yang terbunuh di Kafr Nabl adalah Ahmed al-Rahal, 50, dan Hussein al-Deiri, 38, yang bekerja sebagai tenaga medis.
 
Warga Sipil Suriah Tewas dalam Serangan Udara Pemerintah
Serangan udara Pemerintah Suriah di Idlib. (Foto: AFP).
 
"Tujuh lainnya kehilangan nyawa di Khan Sheikhoun, termasuk seorang wanita dan dua anak," kata Ahmed al-Sheikho, juru bicara Pertahanan Sipil Suriah di Idlib, dikutip dari laman Al Jazeera, Selasa 7 Mei 2019.
 
Pasukan Suriah dengan bantuan militer Rusia meningkatkan kampanye pengeboman udara pada 26 April. Sejak itu setidaknya 44 warga sipil telah tewas, menurut kelompok tersebut.
 
Idlib dikontrol oleh berbagai kelompok pemberontak, termasuk Hay'et Tahrir al-Sham (HTS), koalisi gerilyawan termasuk mereka yang sebelumnya berafiliasi al-Qaeda.
 
Provinsi ini adalah hunian bagi sekitar tiga juta orang dan merupakan bagian besar terakhir dari wilayah yang dikuasai pemberontak menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad.
 
Kantor berita resmi SANA mengatakan pada Minggu bahwa tentara Suriah telah menargetkan posisi "teroris" di Idlib dan sekitarnya.
 
Tetapi koordinator kemanusiaan PBB mengatakan sekolah, fasilitas kesehatan, dan daerah perumahan sudah terkena dampaknya dan pasukan pemerintah menggunakan bom barel terburuk dalam setidaknya 15 bulan terakhir.
 
"Setiap tindakan yang dilakukan oleh Tentara Arab Suriah adalah sah karena tidak ada komitmen untuk mencapai kesepakatan," kata seorang pejabat keamanan Suriah seperti dikutip oleh Central Military Media yang dikelola Pemerintah Suriah.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif