Duta Besar Republik Indonesia di Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel bersama keluarga Ety binti Toyyib Anwar. (Foto: KBRI Riyadh)
Duta Besar Republik Indonesia di Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel bersama keluarga Ety binti Toyyib Anwar. (Foto: KBRI Riyadh)

WNI Bebas dari Hukuman Mati Usai Ditebus Rp15,2 Miliar

Internasional wni
Fajar Nugraha • 12 Juli 2019 08:54
Riyadh: Warga negara Indonesia Ety binti Toyyib Anwar segera merasakan udara kebebasan di Arab Saudi. Uang diyat atau tebusan untuk menyelamatkannya dari hukuman mati berhasil terkumpul dan disepakati oleh keluarga penuntut.
 
Penggalangan dana diyat Ety berhasil mencapai jumlah yang diminta ahli waris yaitu sejumlah empat juta riyal Arab Saudi atau setara dengan Rp15,2 miliar. Nota untuk dana tersebut sudah diserahkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh kepada pemerintah setempat.
 
“(Kebebasan) Ety masih dalam proses. Nota sudah kita luncurkan (kepada pihak Arab Saudi),” ujar Duta Besar Republik Indonesia di Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, kepada Medcom.id, Jumat, 12 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dengan ahli waris korban sudah beres. Urusan administasi saja,” imbuh Dubes Agus.
 
Ety binti Toyyib Anwar adalah WNI yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. WNI asal Majalengka dituduh menjadi penyebab majikan sakit dan meninggal dunia. Keluarga majikan menuntut hukuman mati qishas. Setelah negosiasi yang panjang dan alot, keluarga majikan bersedia memaafkan dengan meminta diyat sebesar empat juta Riyal Arab Saudi.
 
Terkait penggalangan dana untuk menyelamatkan Ety Dubes Agus Maftuh Abegebriel menyampaikan bahwa sebagai pelayan WNI di Arab Saudi, KBRI berkomitmen untuk selalu mengupayakan yang terbaik bagi para WNI.
 
"Sejak tiba di sini 2016, kami menempatkan diri sebagai khadim al-Indunisiyyin, atau Pelayan bagi Warga Negara Indonesia,” ujarnya.
 
Dubes Agus Maftuh menambahkan bahwa dana tersebut merupakan hasil tabarru' atau sumbangan dari para dermawan berbagai pihak di Indonesia.
 
Penggalangan dana tersebut bermula dari pertemuan Dubes Agus dengan Fraksi PKB DPR RI di Gedung DPR Senayan Oktober 2018 dan kemudian disepakati untuk penggalangan dana yang pada waktu itu terkumpul Rp5 Miliar dan ditampung di LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama).
 
Secara khusus, Dubes Agus Maftuh menyampaikan berjuta terimakasih kepada LAZISNU yang telah memberikan sumbangan sebesar Rp12,5 miliar atau 80 persen dari jumlah diyat tebusan yang diminta ahli waris korban.
 
Dana Rp12,5 miliar tersebut dihimpun oleh LAZISNU selama tujuh bulan dari para dermawan santri, dari kalangan pengusaha, birokrat (termasuk dua Menteri), politisi, akademisi dan komunitas filantropi. Ungkapan apresiasi juga disampaikan kepada para dermawan di Indonesia yang memberikan sumbangan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif