Kuwait Ajukan Rancangan Resolusi Perlindungan Warga Palestina
Kericuhan yang terjadi di perbatasan Gaza. (Foto: AFP)
New York: Kuwait akan mengajukan rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk perlindungan warga sipil Palestina, pasca kekerasan di perbatasan Gaza yang menewaskan 66 orang.

"Saya akan mengedarkan rancangan resolusi ke 15 anggota dewan. Tetapi tidak jelas kapan bisa dilakukan pemungutan suara," kata Duta Besar Kuwait untuk PBB Mansour al-Otaibi, dikutip dari AFP, Rabu 16 Mei 2018.

"Sebagai kekuatan di bawah Konvensi Jenewa, adanya kegagalan untuk memberikan perlindungan warga sipul, jadi DK PBB harus segera melakukan tindakan," ujar dia. 


Namun, kemungkinan besar AS akan memveto tindakan DK, jika resolusi ini benar-benar dilaksanakan. 

Sementara itu, Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan kepada DK PBB bahwa pendudukan Israel adalah sumber utama kekerasan di wilayah Gaza dan sekitarnya.

"DK PBB harus segera bertindak untuk menghentikan pembantaian yang dilakukan terhadap warga Palestina," tegas dia di rapat darurat yang digelar di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat.

Perlindungan untuk warga Palestina ini pertama kali dirilis oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada 2015 silam, terutama untuk wilayah sengketa, yaitu Yerusalem.

Sebagian besar negara anggota DK sepakat untuk menentukan status Yerusalem terlebih dahulu dan jelas pemindahan kedubes AS ke wilayah sengketa akan merugikan kesepakatan yang sudah dibuat. 




(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id