Foto dari sebuah drone memperlihatkan para personel White Helmets di lokasi serangan udara di pasar Maaret al-Numan, provinsi Idlib, Suriah, 22 Juli 2019. (Foto: AFP/OMAR HAJ KADOUR)
Foto dari sebuah drone memperlihatkan para personel White Helmets di lokasi serangan udara di pasar Maaret al-Numan, provinsi Idlib, Suriah, 22 Juli 2019. (Foto: AFP/OMAR HAJ KADOUR)

Korban Tewas Serangan di Pasar Suriah Jadi 37 Orang

Internasional krisis suriah
Arpan Rahman • 23 Juli 2019 11:27
Idlib: Jumlah korban tewas dalam serangan udara di sebuah pasar di Suriah bertambah menjadi 37 orang. Dalam laporan awal, serangan di kota Maaret al-Numan di provinsi Idlib itu menewaskan 19 orang.
 
Dilansir dari Sky News, Senin 22 Juli 2019, lebih dari 100 orang juga terluka dalam serangan tersebut. Banyak korban ditemukan sudah tak bernyawa atau terluka parah di balik reruntuhan bangunan di area pasar.
 
Grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) menyebut angka kematian dalam serangan tersebut sebagai yang terbesar sejak perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Rusia-Turki dilanggar kubu bertikai pada akhir April.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SOHR, grup yang memantau konflik di Suriah lewat jaringan aktivis, mengatakan dua anak-anak termasuk dari 37 korban tewas. SOHR khawatir jumlah korban dapat terus bertambah karena begitu banyak orang yang terluka cukup parah.
 
Pesawat jet tempur Rusia dituduh sebagai dalang di balik serangan di pasar Maaret al-Numan. Namun Kementerian Pertahanan Rusia membantah laporan tersebut, dan menyebutnya sebagai "hoaks."
 
Tidak lama usai bantahan Kemenhan Rusia, media nasional Suriah melaporkan bahwa pemberontak telah menembakkan mortir ke sebuah desa, dan menewaskan tujuh orang.
 
Kelompok aktivis White Helmets mengatakan salah satu kolega mereka tewas dalam serangan udara kedua di pasar kota Maaret al-Numan.
 
Perang sipil di Suriah bergejelok sejak 2011. Sepanjang perang, sejumlah grup militan bermunculan, termasuk Islamic State (ISIS) yang mendeklarasikan kekhilafahan pada 2014. Kekhilafahan tersebut telah runtuh, meski sejumlah militan ISIS diyakini masih bergerak secara sembunyi-sembunyi.
 
Sebagian besar wilayah grup militan dan pemberontak di Suriah berada di utara, termasuk Idlib. Sekitar tiga bulan lalu, pasukan pemerintah dan Rusia melancarkan operasi besar-besaran di Idlib.
 
Sejak saat itu, sekitar 750 warga sipil diperkirakan telah tewas dalam rangkaian serangan udara. Bombardir bertambah intens secara dramatis dalam dua hari terakhir, dengan 75 orang dilaporkan tewas dalam kurun waktu 24 jam.
 
Meski Idlib dibombardir habis-habisan, pasukan Suriah di bawah komando Presiden Bashar al-Assad belum mencapai kemajuan berarti dalam menghabisi grup pemberontak dan militan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif