Polisi Selandia Baru berjaga di depan Masjid Al Noor Christchurch, Selandia Baru. AFP/Tessa Burrows.
Polisi Selandia Baru berjaga di depan Masjid Al Noor Christchurch, Selandia Baru. AFP/Tessa Burrows.

Menyebar Teror Pembunuhan Secara Daring

Internasional penembakan
Dhaifurrakhman Abas • 16 Maret 2019 04:33
Jakarta: Sejumlah jemaah di dua masjid Kota Christchurch, Selandia Baru, tetiba tercekam. Mereka yang tengah bersiap melaksanakan salat Jumat, tetiba menjadi target penembakkan membabi buta.
 
Yang bikin geram, aksi penembakan tersebut ditayangkan pelaku secara daring. Akibat serangan teror itu, sebanyak 49 orang jemaah tewas.
 
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengutuk kejadian tersebut. Dia bahkan menyebut penembakan tersebut merupakan aksi yang paling gelap yang pernah terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jelas, apa yang terjadi di sini adalah tindakan kekerasan yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya," kata Ardern.
 
Menurut Ardern, aksi penembakan yang dilakukan terencana dengan baik. Dia menyebutkan aksi tersbut merupakan tindakan teroris.
 
"Amat jelas insiden ini adalah sebuah serangan teroris. Dari apa yang kami tahu, serangan ini telah direncanakan dengan baik," ujarnya.
 
Terencana
 
Kriminolog Universitas Indonesia, Iqrak Sulhin beranggapan serupa. Dia bilang aksi tersebut diduga kuat sudah direncanakan dengan matang.
 
Apalagi pelaku sempat mengunggah penembakan secara daring. Dari video yang diunggah tersebut terlihat bagaimana pelaku seolah mengenali tempat kejadian perkara.
 
“Saya yakin sudah direncakan,” kata Iqrak kepada Medcom.id, Jumat, 15 Maret 2019.
 
Menurut Iqrak, aksi penembakan dilakukan atas dasar kebencian. Dia menduga aksi tersebut dilakukan kelompok ultra kanan yang mengategorikan tindakan tersebut sebagai bentuk supremasi kulit putih.
 
"Yang artinya sudah dapat dikategorikan sebagai kelompok teror,” ujar dia.
 
Selain atas dasar kebencian, Iqrak bilang, aksi itu juga ditujukan menebar ketakutan terhadap para imigran. Aksi kelompok penebar teror itu bahkan sudah terlihat dalam bentuk kejahatan jalanan di Selandia Baru
 
“Jauh sebelum peristiwa ini, beberapa kejahatan jalanan terhadap minoritas dan imigran kerap terjadi,” ujar dia.
 
Tindakan yang sudah pernah terjadi sebelumnya, mestinya sudah diantisipasi pemerintah Selandia Baru. Sehingga aksi yang tidak diingkan tersbeut bisa dihindari.
 
“Semestinya ini sudah ditanggapi serius oleh pemerintah (Selandia Baru),” pungkasnya.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi