Duta Besar Republik Indonesia di Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel bersama keluarga Ety binti Toyyib Anwar. (Foto: KBRI Riyadh)
Duta Besar Republik Indonesia di Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel bersama keluarga Ety binti Toyyib Anwar. (Foto: KBRI Riyadh)

Upaya KBRI Riyadh Galang Dana untuk Kebebasan WNI

Internasional wni
Fajar Nugraha • 12 Juli 2019 09:56
Riyadh: Ety binti Toyyib Anwar diperkirakan akan bebas dari hukuman mati di Arab Saudi. Warga negara Indonesia (WNI) asal Majalengka itu dituduh membunuh majikan sakit dan meninggal dunia.
 
Baca juga: WNI Bebas dari Hukuman Mati Usai Ditebus Rp15,2 Miliar.
 
Uang diyat atau tebusan diminta dari pihak keluarga majikan, untuk membebaskan Ety dari eksekusi mati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penggalangan dana diyat Ety berhasil mencapai jumlah yang diminta ahli waris yaitu sejumlah empat juta riyal Arab Saudi atau setara dengan Rp15,2 miliar. Nota untuk dana tersebut sudah diserahkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh kepada pemerintah setempat.
 
Angka empat juta Riyal tersebut tercapai di hari jelang injury time yaitu 24 jam menjelang waktu deadline yaitu 3 Juli 2019. Hasil penggalangan dana tersebut telah dikirimkan pada 2 Juli 2019 ke rekening yang dibuat khusus oleh Pemerintah Provinsi Makkah untuk kepentingan sumbangan diyat kasus Ety binti Toyyib Anwar.
 
“Kami selama ini terus berkomunikasi dengan wakil ahli waris Faisal al-Ghamdi yaitu Khalid Al-Ghamdi terkait hal diyat termasuk permintaan penambahan waktu guna mengumpulkan sumbangan tersebut,” tutur Duta Besar Republik Indonesia di Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, kepada Medcom.id, Jumat, 12 Juli 2019.
 
“Batas akhir pembayaran sebenarnya berakhir April 2019. Namun kami melakukan pendekatan dengan pihak ahli waris yang diwakili anak korban, Khalid al-Ghamdi untuk sepakat di akhir Ramadan. Dan ketika akhir Ramadan dana belum juga mencukupi, kami lalu minta untuk sampai akhir awal Juli 2019 dan pihak ahli waris menyetujui,” imbuhnya.
 
“Kedekatan hubungan Arab Saudi dan Indonesia yang sedang dalam masa keemasan dimanfaatkan untuk melakukan komunikasi dari hati ke hati dengan keluarga ahli waris Faisal al-Ghamdi,” jelasnya.
 
Dubes Agus menambahkan, dengan telah lengkapnya jumlah yang diminta oleh ahli waris, maka KBRI Riyadh sudah mengirimkan nota diplomatik kepada Kerajaan Arab Saudi dan meminta Ety binti Toyyib Anwar bisa segera dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia.
 
Dubes yang juga staf pengajar UIN Sunan Kalijaga juga mengisahkan kedatangannya di Rumah Ety di Majalengka pada Oktober 2018 untuk menemui anak dan saudara-saudara Ety serta meminta restu dan dukungan doa untuk melakukan ‘aksi kemanusiaan’ penyelamatan Ety binti Tayib dari hukuman mati.
 
Dalam tiga tahun terakhir, KBRI Riyadh berhasil membebaskan delapan WNI dari hukuman mati dengan tanpa tebusan diyat. Di antaranya ada sepasang suami istri asal Indramayu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif