NEWSTICKER
Pasukan Suriah telah merebut kembali semua desa dan kota kecil dari tangan pemberontak di wilayah Aleppo pada Februari 2020. (Foto: AFP)
Pasukan Suriah telah merebut kembali semua desa dan kota kecil dari tangan pemberontak di wilayah Aleppo pada Februari 2020. (Foto: AFP)

Suriah Perkuat Cengkeraman Jelang Dialog Rusia-Turki

Internasional krisis suriah turki
Arpan Rahman • 17 Februari 2020 16:03
Aleppo: Pemerintah Suriah memperkuat cengkeraman mereka terhadap benteng pertahanan terakhir pemberontak di wilayah barat laut, termasuk Idlib dan Aleppo. Peningkatan intensitas serangan ini telah memaksa ratusan ribu orang melarikan diri dari rumah mereka masing-masing.
 
Disitir dari Al Jazeera, Senin 17 Februari 2020, televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa pasukan Suriah yang didukung Rusia telah "membebaskan semua desa dan kota kecil di wilayah barat kota Aleppo.
 
Didukung serangan udara Rusia, pasukan Suriah terus menggempur idlib dan beberapa area di provinsi Aleppo serta Latakia sejak Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, operasi penyerangan Suriah yang didukung Rusia telah memicu gelombang pengungsian terbesar dalam perang sipil di negara tersebut. Desember lalu, total 800 ribu warga Suriah telah kehilangan tempat tinggal dan mencoba melarikan diri ke beberapa negara terdekat.
 
Saat pasukan Suriah memperkuat cengkeraman mereka, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada Menlu Rusia Sergey Lavrov bahwa operasi militer di Idlib harus dihentikan sesegera mungkin. Cavusoglu juga meminta adanya gencatan senjata permanen di kawasan tersebut.
 
Berbicara kepada awak media dalam Konferensi Keamanan Munich, Cavusoglu mengatakan bahwa isu seputar operasi militer Suriah akan didiskusikan delegasi Turki dan Rusia di Moskow pada Senin ini.
 
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, operasi militer Suriah di benteng terakhir pemberontak telah membuat lebih dari 800 ribu orang melarikan diri ke beberapa negara tetangga, termasuk Turki, sejak Desember 2019.
 
Sejumlah grup relawan memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di area perbatasan Suriah sudah semakin memburuk. Sekitar satu juta warga Suriah yang kehilangan tempat tinggal saat ini hidup di sejumlah area perbatasan.
 
PBB khawatir jika situasi ini dibiarkan, maka ada kemungkinan akan terjadi sebuah "bencana kemanusiaan." Turki, yang sudah menampung 3,6 juta warga Suriah, mengaku sudah tidak bisa menerima lebih banyak lagi.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif