Sejumlah Petinggi Palestina akan Respons Pengakuan Trump
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: EPA)
Ramallah: Sejumlah petinggi Palestina akan bertemu di Ramallah, Tepi Barat, pada Minggu mendatang untuk mendiskusikan respons terhadap langkah kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 

Dari beragam opsi yang dipertimbangkan, Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO kemungkinan akan membekukan pengakuannya terhadap status negara Israel. 

Langkah tersebut dapat semakin memperumit dialog damai antara Palestina dengan Israel, dan juga mengancam perjanjian PLO dengan Israel termasuk di bidang keamanan. 


Seperti dikutip AFP, Jumat 12 Januari 2018, pertemuan dua hari Dewan Pusat Palestina itu akan dimulai pada Minggu malam. Presiden Palestina Mahmoud Abbas dijadwalkan membuka pertemuan tersebut.

Dewan Pusat Palestina yang terdiri dari 121 anggota adalah perpanjangan tangan dari PLO, organisasi yang diakui internasional sebagai perwakilan masyarakat Palestina. Dewan ini meliputi anggota dari lintas partai.

Pengakuan Trump terhadap Yerusalem pada 6 Desember membuat masyarakat Palestina geram, yang memandang kota tersebut, terutama di bagian timur, sebagai ibu kota mereka di masa mendatang. 

Abbas mengatakan setelah pengakuan Trump, AS sudah tidak bisa lagi menjadi mediator dalam konflik Palestina dengan Israel. 

Terkait jadwal kunjungan resmi Wakil Presiden AS Mike Pence ke Israel pada 22-23 Januari mendatang, Abbas mengaku dia dan masyarakat Palestina tidak menginginkan kehadirannya.

Baca: Negara-Negara Arab Upayakan Resolusi Yerusalem Timur



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id