Shamima Begum bersama anaknya di kamp SDF di Suriah. (Foto: JAMIE WISEMAN/DAILY MAIL)
Shamima Begum bersama anaknya di kamp SDF di Suriah. (Foto: JAMIE WISEMAN/DAILY MAIL)

Bayi dari Remaja Simpatisan ISIS Meninggal di Suriah

Internasional krisis suriah isis
Willy Haryono • 09 Maret 2019 09:17
Baghouz: Bayi dari remaja bernama Shamima Begum -- yang melarikan diri dari Inggris untuk bergabung dengan kelompok militan Islamic State (ISIS) -- telah meninggal dunia. Kabar disampaikan juru bicara Pasukan Demokratik Suriah atau SDF.
 
SDF, kelompok yang menjalankan kamp tempat Begum tinggal, mengonfirmasi kematian bayi bernama Jarrah pada Jumat 8 Maret 2019.
 
Menurut sertifikat kematian, Jarrah meninggal dunia akibat penyakit pneumonia. Jarrah mengembuskan napas terakhir di usia kurang dari tiga pekan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seorang jubir pemerintah Inggris mengatakan bahwa kematian setiap anak adalah sesuatu yang "tragis dan berat bagi keluarga." Dia menyebut pemerintah Inggris selalu berulang-ulang mengimbau warga untuk tidak pergi ke Suriah. "Kami juga berusaha melakukan yang terbaik untuk mencegah warga pergi ke zona berbahaya dan terjerat terorisme," ucap dia.
 
Begum meninggalkan Inggris pada 2015 bersama dua temannya. Dia ditemukan di sebuah kamp pengungsian di Suriah pada pertengahan Februari lalu. Begum ingin pulang ke Inggris, namun terkendala status kewarganegaraan.
 
Suami Begum, seorang militan asing ISIS asal Belanda, Yago Riedijk, saat ini ditahan di sebuah penjara dan telah diinformasikan mengenai kematian bayinya.
 
Seorang petugas medis yang bekerja untuk organisasi Bulan Merah Kurdi di kamp tempat Begum tinggal mengatakan bahwa Jarrah sempat mengalami gejala sulit bernapas. Jarrah dibawa ke seorang dokter pada Kamis kemarin, dan dipindahkan ke rumah sakit bersama Begum. Jarrah dinyatakan meninggal dunia pada Jumat pukul 13.30 waktu setempat.
 
Setelah kematian Jarrah, Begum meninggalkan rumah sakit dan menguburkan anaknya di kamp.
 
Berbicara kepada BBC sebelum Jarrah dikonfirmasi meninggal, Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid berkata: "Sayangnya, ada begitu banyak anak-anak, yang tentu saja tidak berdosa, telah lahir di zona perang."
 
"Saya tidak bisa berkata apa-apa kecuali mengungkapkan simpati mendalam kepada anak-anak yang terseret (ke zona perang). Ini adalah pengingat mengenai bahaya pergi ke zona perang," lanjut dia.
 
Berusia 19 tahun, Begum melahirkan Jarrah Februari lalu, tak lama usai berhasil ditemukan seorang jurnalis di kamp Suriah. Begum dilaporkan telah meninggalkan Baghouz -- markas terakhir ISIS -- dan menetap di kamp yang dioperasikan SDF.
 
Baca:Keluarga Simpatisan ISIS Minta Inggris Pulangkan Anaknya
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif