Abu Bakar al-Baghdadi tewas dalam sebuah serangan dari Amerika Serikat:. Foto: AFP
Abu Bakar al-Baghdadi tewas dalam sebuah serangan dari Amerika Serikat:. Foto: AFP

DNA Mantan Pemimpin ISIS Dikumpulkan Sejak 2004

Internasional isis
Arpan Rahman • 31 Oktober 2019 07:11
Washington: Militer Amerika Serikat (AS) mengambil sampel DNA dari pemimpin Islamic State (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi lebih dari satu dekade sebelum pasukan khusus Amerika membunuhnya akhir pekan lalu.
 
Gedung Putih memberikan konfirmasi dalam sebuah pernyataan Minggu bahwa "bukti visual dan tes DNA mengonfirmasi identitas Baghdadi" setelah pemimpin teroris itu meledakkan dirinya selama serangan dramatis oleh pasukan khusus di Suriah barat laut.
 
Muncul laporan saling bertentangan tentang bagaimana AS memperoleh sampel DNA untuk mengonfirmasi bahwa al-Baghdadi terbunuh dalam serangan Sabtu. Catatan Angkatan Darat yang baru dirilis menunjukkan bahwa AS telah memiliki akses ke sampel DNA untuk al-Baghdadi selama bertahun-tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Catatan yang dirilis Selasa dari 10 bulan yang dihabiskan al-Baghdadi di dua kamp penjara yang dikelola AS di Irak pada 2004. Ia disebut dengan nama asli Ibrahim Awad al-Badry.
 
"DNA dikumpulkan; pada saat penahanan. Dikirim ke lab DNA FBI, Quantico -- batch #K4579," bunyi satu dokumen. "Sampel ditransfer ke AFDIL," tambahnya, disitir dari Roll Call, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan AS pada Selasa mengonfirmasi pernyataan dalam catatan bahwa pasukan Koalisi mengumpulkan sampel DNA dari Al-Baghdadi sejak tahun 2004.
 
Apakah sampel itu diproses di lab di Quantico, Virginia, Biro Investigasi Federal (FBI) menolak berkomentar. Laboratorium Identifikasi DNA Angkatan Bersenjata AS, atau AFDIL, tidak merespons permintaan komentar.
 
Surat kabar Washington Post melaporkan pada Minggu bahwa saudara perempuan Al-Baghdadi secara sukarela memberikan pasukan AS sampel DNA yang mereka butuhkan untuk mengkonfirmasi kematiannya. Para pejabat di Pasukan Demokratik Suriah pimpinan Kurdi juga mengatakan bahwa salah satu mata-mata mereka mencuri sepasang pakaian dalam al-Baghdadi untuk mendapatkan DNA buat mengkonfirmasi identitasnya sebelum serangan.
 
Pasukan koalisi menahan Al-Baghdadi pada 4 Februari 2004, di Fallujah. Dia dibebaskan pada 9 Desember 2004, dari Camp Bucca, sebuah fasilitas penahanan yang dioperasikan AS di Irak selatan, menurut catatan.
 
Baghdadi menghabiskan delapan dari 10 bulan penahanannya di fasilitas penahanan terkenal Abu Ghraib dekat Baghdad, kata seorang juru bicara Angkatan Darat AS pada 2016. Angkatan Darat AS tidak menanggapi permintaan Roll Call untuk mengkonfirmasi bahwa Baghdadi ditahan di Abu Ghraib.
 
Para ahli telah lama mengatakan bahwa kamp-kamp penjara seperti Bucca dan Abu Ghraib bertindak sebagai "universitas jihad" di mana lebih banyak tahanan ekstremis meradikalisasi yang lain. Tetapi al-Baghdadi sudah menjadi radikal ketika ia memasuki tahanan AS pada 2004, New York Times melaporkan pekan ini.
 
Namun, tidak ada indikasi bahwa pasukan Koalisi punya alasan untuk terus memenjarakan al-Baghdadi pada 2004, bertahun-tahun sebelum ia bangkit memimpin pemberontakan di Irak.
 
Angkatan Darat AS merilis empat catatan tahanan Al-Baghdadi pada 11 Desember 2014. Tetapi mereka tidak memasukkan catatan tentang sampel DNA, yang tampaknya ditambahkan ke berkas Al-Baghdadi di hari yang sama.
 
Catatan yang dirilis Selasa lebih luas, dan itu termasuk catatan tambahan yang tidak termasuk dalam rilis 2014. Tetapi Angkatan Darat AS juga menyunting informasi yang belum disunting pada 2014, termasuk foto-foto Al-Baghdadi dan lokasi penangkapannya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif