Demonstran mengelilingi sebuah mobil yang terbakar di Teheran, Iran, Sabtu 16 November 2019. (Foto: AFP)
Demonstran mengelilingi sebuah mobil yang terbakar di Teheran, Iran, Sabtu 16 November 2019. (Foto: AFP)

Iran Ingatkan Pedemo BBM untuk Tidak Melanggar Hukum

Internasional iran
Willy Haryono • 17 November 2019 19:06
Teheran: Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani-Fazli mengingatkan semua demonstran yang turun ke jalanan untuk tetap bertindak di dalam jalur hukum. Aksi protes di Iran dipicu kebijakan pemerintah yang menerapkan penjatahan dan penaikan harga bahan bakar minyak.
 
"Aparat keamanan tidak memiliki pilihan lain jika aksi ilegal para pengunjuk rasa terus berlanjut," ujar Rahmani-Fazli, dilansir dari BBC, Minggu 17 November 2019.
 
Sedikitnya satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka sejak aksi unjuk rasa menentang penaikan BBM di Iran pertama kali meletus pada Jumat 15 November.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Otoritas Iran menegaskan bahwa langkah menaikkan harga BBM hingga 50 persen ini dapat menghimpun dana untuk membantu masyarakat kurang mampu.
 
Saat ini Iran mengalami kesulitan ekonomi akibat serangkaian sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat. Sanksi itu dijatuhkan usai AS menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015 tahun lalu.
 
Menurut Rahmani-Fazli, ada "segelintir orang" di Iran yang sengaja merusak ketertiban umum demi menciptakan atmosfer "intimidasi dan teror."
 
Beberapa video di internet memperlihatkan kobaran api di sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Sirjan tak lama usai pengumuman harga BBM. Sebuah video memperlihatkan massa yang berteriak, "(Presiden Hassan) Rouhani, beraninya Anda berbuat seperti ini! Tolong jangan ganggu negara ini."
 
Unjuk rasa lainnya juga terjadi di beberapa kota, termasuk Mashhad, Birjand, Ahvaz, Gachsaran, Abadan, Khoramshahr, Mashhahr, Shiraz dan Bandar Abbas. Sebagian besar aksi pedemo di sejumlah kota tersebut adalah memblokade jalan raya hingga tengah malam.
 
Di Ahvaz, ratusan pria dan wanita memblokade jalan raya lewat aksi duduk massal. "Kami akan mendapatkan hak kami, dan kami tidak akan bisa ditekan," teriak sebagian dari mereka.
 
Kepala Perencanaan Anggaran Iran Mohammad Bagher Nobakht mengatakan, langkah pembatasan dan penaikan BBM diproyeksikan dapat mengumpulkan dana hingga USD2,55 miliar atau setara Rp35 triliun per tahun.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif