Australia melarang masuk semua orang yang berasal dari Tiongkok terkait wabah virus korona nCoV. (Foto: AFP/File / PETER PARKS)
Australia melarang masuk semua orang yang berasal dari Tiongkok terkait wabah virus korona nCoV. (Foto: AFP/File / PETER PARKS)

Evakuasi Wuhan, Australia Batal Tagih Rp13 Juta per Orang

Internasional virus korona australia
Arpan Rahman • 02 Februari 2020 18:03
Canberra: Pemerintah Australia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Scott Morrison membatalkan rencana kontroversial seputar evakuasi warga mereka dari Wuhan, kota pusat penyebaran virus korona di Tiongkok. Dalam rencana itu, setiap warga Australia yang dievakuasi dari Wuhan diharuskan membayar USD1.000 atau setara Rp13,7 juta kepada pemerintah.
 
Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg menegaskan rencana tersebut sudah tidak diberlakukan lagi, meski kementeriannya sempat mendapatkan rekomendasi tersebut pekan lalu. Ia menyalahkan Kementerian Luar Negeri Australia atas rekomendasi tersebut, yang dinilainya merupakan sebuah informasi keliru.
 
Sebelumnya, pemerintahan PM Morrison mengklaim bahwa beberapa pemerintah terdahulu di Australia telah menagih sejumlah uang kepada warga yang dievakuasi dari Lebanon dan Mesir. Kebenaran dari klaim tersebut diperdebatkan hingga saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Klaim Morrison bahwa (Partai) Buruh menagih biaya tiket kepada warga Australia saat terjadinya pemberontakan di Mesir pada 2011 adalah tidak benar," ucap mantan PM Australia Kevin Rudd, yang menjadi menteri luar negeri saat terjadi kekisruhan di Lebanon dan Mesir.
 
Peter Dutton, Menteri Dalam Negeri Australia, juga membantah adanya penagihan sejumlah uang kepada mereka yang dievakuasi dari Wuhan. Ia justru mengimbau seluruh warga Australia untuk menggunakan uang liburan mereka di dalam negeri.
 
"Jika warga Australia ingin berlibur saat ini, ada baiknya mereka mempertimbangkan kembali apakah wisata ke luar negeri adalah pilihan yang tepat," kata Dutton kepada Sky News.
 
"Mungkin ini adalah saat yang tepat bagi mereka untuk berlibur di sejumlah wilayah wisata di Australia," sambungnya, disiarkan dari Guardian, Minggu 2 Februari 2020.
 
Sabtu malam kemarin, Pemerintah Australia mengimplementasikan peningkatan pengamanan perbatasan untuk mencegah penyebaran virus korona. PM Morrison mengumumkan bahwa semua orang yang berasal dari Tiongkok tidak akan diizinkan masuk ke Australia.
 
Sementara warga Australia, permanent residents, dan juga keluarga mereka, akan mendapat pengecualian. Amerika Serikat juga telah memberlakukan langkah serupa.
 
Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat bahwa kematian akibat virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) per Minggu ini mencapai 304 orang. Sementara total infeksi di seantero Tiongkok melampaui 13 ribu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif