Penaikan harga BBM memicu kemarahan warga Iran sejak 15 November 2019. (Foto: AFP)
Penaikan harga BBM memicu kemarahan warga Iran sejak 15 November 2019. (Foto: AFP)

Iran Mengakui Adanya Kematian dalam Demo BBM

Internasional iran
Willy Haryono • 04 Desember 2019 08:00
Teheran: Televisi nasional Iran mengakui bahwa pasukan keamanan telah membunuh sejumlah "penjahat dan perusuh" dalam aksi protes massa menentang penaikan harga bahan bakar minyak sepanjang November.
 
Selama ini para pengunjuk rasa dan aktivis menuduh Pemerintah Iran sengaja menutup-nutupi kematian yang terjadi dalam gelombang protes di lebih dari 100 lokasi di seantero negeri.
 
Dalam tayangannya, saluran televisi nasional Iran IRTV2 mengonfirmasi bahwa ada sejumlah kematian sepanjang unjuk rasa bulan lalu. Dilansir dari BBC, Selasa 3 Desember 2019,IRTV2 menyebut mereka yang tewas meliputi "penjahat bersenjata dan perusuh," personel keamanan, korban "peluru nyasar" dan "penembakan misterius."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Organisasi Amnesty International mengatakan sedikitnya 208 orang tewas dalam unjuk rasa menentang penaikan BBM di Iran. Beberapa pihak bahkan mengklaim angka kematiannya hampir mendekati 400 orang.
 
Juru bicara otoritas hukum Iran membantah laporan Amnesty dan beberapa lainnya sebagai sebuah "kebohongan mutlak." Sejauh ini, Pemerintah Iran belum merilis angka apapun mengenai korban tewas.
 
Pekan kemarin, Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani Fazli mengatakan sekitar 200 ribu orang ikut serta dalam aksi protes, dan 731 bank serta 70 stasiun pengisian bahan bakar umum dibakar massa.
 
Tidak hanya itu, 140 situs pemerintah dan 50 markas keamanan Iran juga diserang pengunjuk rasa.
 
Aksi protes menentang penaikan BBM di Iran dimulai pada 15 November, yang terjadi tak lama usai pengumuman resmi dari pemerintah.
 
Harga BBM di Iran naik menjadi 15 ribu rial per liter atau setara Rp1.691. Para pengguna kendaraan diizinkan membeli hanya 60 liter BBM pada setiap bulannya, sebelum nanti harganya berubah menjadi 30 ribu rial (setara Rp3.384).
 
Teheran menyebut langkah penjatahan dan penaikan BBM ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu. Uang dari hasil kebijakan ini akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan di seantero Iran.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif