KBRI Riyadh Pulangkan WNI Sakit Akut
Tim KBRI Riyadh bersama WNI bernama Anies Hambali. (Foto: Dok. KBRI Riyadh)
Riyadh: KBRI Riyadh berhasil mengurus kepulangan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menderita diabetes akut, gagal ginjal dan hepatitis B, bernama Anies Hambali Soleh yang berusia 57 tahun.

WNI asal Jombang, Jawa Timur tersebut dirawat di RS King Abdulaziz mekkah al-Mukarramah dalam beberapa bulan terakhir ini. Ia sudah tinggal di Mekkah selama 27 tahun lamanya dan direncanakan akan kembali ke Indonesia pada 29 Mei atau hari ini.

Kasus ini terkuak bermula dari laporan via pesan singkat dari saudara Anies yang tinggal di Jombang kepada Dubes RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, pada 18 Mei tentang adanya seorang WNI yang sakit dan tak berdaya dan tidak bisa pulang ke Indonesia karena ada masalah keimigrasian dan masalah perdata yang belum selesai dengan Kafil (sponsor).


Menurut keterangant tertulis dari KBRI Riyadh kepada Medcom.id, KBRI langsung melakukan langkah cepat dengan membentuk DIPPASSUS (Diplomat Pasukan Khusus) untuk menelusuri kasus tersebut di Mekkah dengan berkomunikasi dengan pihak RS, Dokter Osamah yang menangani dan Kafil(sponsor) bernama DR. Fahad Toha Netto.

Tim KBRI yang terdiri dari Atase Kepolisian KBRI Riyadh, Kombes Fahrurrazi, Agus Hidayatulloh dan Abdurrakhim menemukan fakta bahwa Anies Hambali tercatat masuk Saudi pada tahun 1991 dan pada tahun 2002 bekerjasama dengan beberapa kafil untuk usaha katering Umrah. 

Pada 2015 sampai 2016 usaha katering mengalami kegagalan dan tersangkut masalah perdata dengan seorang Kafil bernama DR. Fahad Netto dan Anies tidak bisa memenuhi kewajiban bagi hasil. Masalah inilah yang kemudian berdampak Anies dan Istri tidak bisa exit permit (keluar) dari Saudi sebelum menyelesaikan kewajiban perdata yang besar meski dalam kondisi sakit parah. Disamping pasport sudah kadaluwarsa dan ditahan oleh Kafil.

Tim KBRI selanjutnya melakukan lobi kemanusiaan dengan Dr. Fahad selaku kafil untuk mengizinkan Anies pulang ke Indonesia dan menandatangani perjanjian pembayaran sebesar 50 persen dari total tanggungan ketika sudah sampai di Indonesia dan kondisi kesehatan sudah pulih.

KBRI juga melakukan komunikasi dengan pihak Imigrasi dan pihak Polisi Lalu Lintas Saudi (Murur) untuk menyelesaikan pembayaran denda-denda lalu lintas dan pemutihan kepemilikan kendaraan atas nama Anies Hambali.

Kemarin malam waktu setempat, tim KBRI menghubungi Dokter Osamah dan Dokter Mohammed Ali di RS King Abdulaziz untuk mendapatkan surat layak terbang yang dikenal dengan MEDIF (Medical Information Form) dan malam itu langsung diselesaikan. Selanjutnya dengan bekal SPLP (Surat Perjalanan Laksana Pasport) yang sudah disiapkan oleh tim KBRI.

Kemudian, 29 Mei 2018 pukul 01.00 dini hari, Anies Hambali beserta istri langsung dibawa ke Bandara King Abdulaziz Jeddah untuk diterbangkan pulang ke Indonesia dengan didampingi salah satu DIPPASSUS KBRI Riyadh, Agus Hidayatulloh dengan pesawat Saudia SV-818 yang lepas landas pukul 04.00. 




(WIL)