Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Blogger Arab Saudi Dipenjara Tanpa Kabar Lebih Sebulan

Internasional arab saudi
Arpan Rahman • 20 Februari 2020 07:08
Riyadh: Blogger Arab Saudi yang dipenjara, Raif Badawi, saat ini menjalani hukuman 10 tahun penjara karena mengkritik pemerintah Arab Saudi di dunia maya. Kabar darinya belum terdengar sejak lebih dari sebulan, membuat keluarganya takut akan keselamatannya, dan tidak yakin apakah dia masih hidup.
 
Terakhir keluarga Badawi mendengar kabar darinya pada 14 Januari, juru bicara keluarganya Elham Manea mengatakan kepada TIME. Sejak itu, panggilan telepon rutinnya dari penjara tiba-tiba dan entah kenapa terhenti. Pekan lalu, otoritas penjara memberi tahu istri Badawi, Ensaf Haidar, bahwa sang suami tidak ingin berbicara dengan istrinya, kata Manea.
 
"Ketika saya berbicara dengannya, rasanya seperti cahaya telah padam. Mereka mempermainkannya seperti bola ping pong. Dia merasa putus asa,” ujar Manea, yang dikutip TIME, Kamis, 20 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Badawi, yang sudah dalam kondisi kesehatan memburuk, melakukan dua kali mogok makan pada September dan November 2019 untuk memprotes kondisi buruk di mana ia ditahan.
 
"Anda dapat membayangkan mengapa kami sangat khawatir," kata Manea.
 
"Pertama, itu melanggar kebiasaan. Kedua, itu terjadi setelah mogok makan dan situasi kesehatan yang memburuk,” imbuhnya.
 
Keluarga Badawi percaya dia dipindahkan ke rumah sakit setelah mogok makan keduanya, Manea mengatakan, tetapi tidak dapat mengkonfirmasi hal ini mengingat mereka tidak dapat berbicara dengannya.
 
Badawi, yang mengelola sebuah situs web di mana ia menerbitkan kritik terhadap elit agama Arab Saudi, dihukum pada 2013 karena ‘menghina Islam melalui saluran elektronik.’ Dia awalnya dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dan 600 cambukan.
 
Tahun berikutnya, hukumannya ditingkatkan menjadi 10 tahun dan 1.000 cambukan. Dia telah menerima hukuman berulang kali ditunda di tengah peringatan dari istrinya bahwa dia tidak akan selamat dari cobaan itu.
 
Di dunia maya, ia juga menganjurkan reformasi terhadap teokrasi Arab Saudi, menyerukan pemisahan antara agama dan negara dan mempertanyakan sistem perwalian pria Kerajaan. Di bawah Pangeran Mahkota negara saat ini Mohammed bin Salman, aturan tentang perwalian pria sudah longgar dan perempuan diizinkan mengemudi, di tengah dorongan untuk menyegarkan citra negara dan menarik investasi asing. Tapi Badawi dan aktivis HAM lainnya tetap dipenjara.
 
"Pria ini hanya menyerukan perubahan yang akan lebih baik bagi Arab Saudi. Sebagian dari apa yang dia minta sedang dilaksanakan. Jika itu masalahnya, mengapa menghukumnya karena sesuatu yang benar-benar Anda yakini saat ini? Anda melihat perkembangan yang terjadi di negeri ini dan bertanya-tanya mengapa dia ada di dalam penjara?" tanya Maena.
 
Pada KTT Jenewa 2020 untuk Hak Asasi Manusia dan Demokrasi, Manea berbicara langsung dengan putra mahkota Saudi, memohon kepadanya untuk membebaskan Badawi. "Sudah waktunya mengakhiri cobaan ini," katanya pada Senin di sesi khusus yang diadakan di markas Palais des Nations di Jenewa. "Yang kami butuhkan sekarang adalah belas kasihan Anda."

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif