Kematian Jurnalis Arab Saudi

Otak Pembunuhan Khashoggi Beri Perintah dari Skype

Fajar Nugraha 23 Oktober 2018 11:26 WIB
arab saudi
Otak Pembunuhan Khashoggi Beri Perintah dari Skype
Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi (jas hitam) dibunuh di dalam gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. (Foto: AFP).
Istanbul: Penasihat senior untuk Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, yakni Saud al-Qahtani diduga terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
 
Baca juga: Arab Saudi Akui Khashoggi Dibunuh di Konsulat.
 
Pada Sabtu 20 Oktober 2018, Qahtani dan empat orang pejabat tinggi lainnya dipecat oleh Pangeran Mohammed. Namun muncul dugaan terbaru bahwa Qahtani memerintahkan pembunuhan itu melalui Skype. Tidak diketahui apakah Qahtani mengikuti keseluruhan proses pembunuhan itu.
 
Saat ini Qahtani dalam penahanan ketat menyusul dugaan keterlibatannya. Sosok yang dikenal dekat dengan Pangeran Mohammed ini, mengelola media sosial untuk Putra Mahkota Arab Saudi itu.
 
Berdasarkan keterangan sumber pejabat tinggi Arab Saudi yang memiliki akses intelijen, Qahtani disebut mengawasi proses pembunuhan di dalam Konsulat tersebut melalui Skype.
 
"Dia kemudian melontarkan hinaan kepada Khashoggi melalui telepon. Tetapi Khashoggi menjawabnya dengan hinaan kepada Qahtani," sebut pejabat Arab Saudi itu, seperti dikutip Independent, Selasa 23 Oktober 2018.
 
"Tetapi Khashoggi bukan lawan dari kelompok yang terdiri dari petugas keamanan dan intelijen berkemampuan tinggi ini. Mereka bahkan memiliki jalur langsung kepada pihak kerajaan," ungkapnya.
 
Baca juga: Staf Konsulat Beri Keterangan Terkait Jamal Khashoggi.
 
Sementara seorang anggota intelijen Turki menyebutkan bahwa Qahtani memerintahkan anak buahnya untuk membuang jasad Khashoggi. "Bawa kepala dari (maaf) anjing itu," sebut sumber intelijen Turki, menirukan ucapan Qahtani.
 
Tidak diketahui apakah Qahtani menyaksikan secara keseluruhan dari pembunuhan itu. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menyebutkan pembunuhan jurnalis berusia 59 tahun itu merupakan imbas operasi yang melanggar aturan.
 
Kini rekaman audio dari sambungan telepon Skype sudah berada di tangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Menurut pihak Turki, Erdogan menolak untuk menyerahkannya kepada pihak Amerika Serikat.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id