Menlu Retno Marsudi berjabat tangan dengan Menlu Yordania Ayman Safadi di Amman, 4 Oktober 2017. (Foto: Kemenlu RI)
Menlu Retno Marsudi berjabat tangan dengan Menlu Yordania Ayman Safadi di Amman, 4 Oktober 2017. (Foto: Kemenlu RI)

Menlu RI: Yordania Mitra Alami dalam Suarakan Islam Rahmatan lil'Alamin

04 Oktober 2017 17:59
medcom.id, Amman: Sebagai negara pluralis dan moderat, Yordania adalah mitra alami dalam menyuarakan Islam Rahmatan lil’Alamiin. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi kepada Menlu Yordania, Ayman Safadi, saat melakukan pertemuan bilateral di kantor Kementerian Luar Negeri Yordania, Rabu 4 Oktober 2017. 
 
Menlu RI menyampaikan bahwa banyak negara Islam yang saat ini belum sepenuhnya memanfaatkan potensi mereka. Kedua Menlu berpandangan konflik dalam negeri maupun antar sesama negara Islam, selama ini membatasi mereka untuk dapat memajukan umatnya. 
 
Dalam kaitan ini, kedua Menlu sepakat pentingnya peningkatan kerja sama, baik secara bilateral maupun bersama negara Islam lainnya, untuk memanfaatkan potensi bersama dalam mensejahterakan umat. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Indonesia dan Yordania sebagai dua negara, dimana Islam, pluralisme dan demokrasi berjalan berdampingan, harus dapat menyuarakan Islam Rahmatan lil' Alamin dan memajukan kesejahteraan umat," tutur Menlu Retno, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com.
 
Dalam pertemuan, kedua Menlu juga membahas perkembangan situasi Palestina. Menlu RI menekankan pentingnya untuk terus menempatkan isu kemerdekaan Palestina dalam  agenda utama masyarakat internasional. 
 
Menlu RI: Yordania Mitra Alami dalam Suarakan Islam Rahmatan lilAlamin
Menlu Retno mengunjungi Kemenlu Yordania di Amman. (Foto: Kemenlu RI)
 
Kedua Menlu sepakat bahwa tidak ada solusi lain dalam penyelesaian isu Palestina kecuali two-state solution. Secara khusus, Menlu Yordania menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam memperjuangkan dan mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Palestina, termasuk kejadian di Mesjid Al’Aqsa baru baru ini. 
 
"Indonesia akan selalu berada bersama Palestina, karena Palestina berada di jantung politik luar negeri Indonesia," tegas Menlu Retno kepada Menlu Yordania.
 
Lebih lanjut, kedua Menlu membahas satu tantangan besar yang dihadapi kedua negara saat ini, yaitu terorisme dan radikalisme. Kedua Menlu sepakat bahwa tantangan ini semakin berat dengan adanya ancaman regionalisasi kelompok terorisme akibat banyaknya foreign terrorist fighters (FTF) yang kembali dari beberapa negara di Timur Tengah. 
 
Situasi di Marawi, Filipina merupakan salah satu contoh dari regionalisasi kelompok teroris. Dalam kaitan ini, kedua Menlu menekankan pentingnya upaya bersama dalam bentuk kerja sama dan kemitraan untuk penanggulangan terorisme dan radikalisme. 
 
Untuk itu, Menlu RI mendorong agar segera diselesaikan pembahasan MoU kerja sama penanggulangan terorisme dan radikalisme. Beberapa area kerja sama yang disebut kedua Menlu penting untuk dilakukan antara lain pertukaran informasi dan intelijen, pencegahan pendanaan bagi terorisme, penanganan FTF, program diradikalisasi dan dialog interfaith serta peningkatan kapasitas.
 
Terkait hubungan bilateral, Menlu RI menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi kedua negara masih terbuka lebar. Nilai perdagangan tahun 2016 hanya mencapai USD 256.4 juta dan hampir tidak berbeda dibanding tahun 2015. Kedua Menlu sepakat perlunya mengambil langkah untuk mengubah situasi ini. 
 
Menlu RI: Yordania Mitra Alami dalam Suarakan Islam Rahmatan lilAlamin
Indonesia dan Yordania bekerja sama menghadapi terorisme global. (Foto: Kemenlu RI)
 
"Kita harus membuka akses lebih besar bagi produk-produk unggulan masing-masing negara," tutur Menlu Retno.
 
Selain mengurangi berbagai hambatan perdagangan, diversifikasi produk perdagangan kedua negara juga perlu untuk terus didorong. Indonesia memiliki produk industri strategis yang sangat kompetitif, antara lain pesawat, kapal dan senjata. "Indonesia memiliki keunggulan di berbagai produk industri strategis yang dapat dimanfaatkan oleh Yordania," ucap Menlu Retno.
 
Hubungan diplomatik kedua negara dimulai pada 1950. Kedutaan besar Indonesia di Amman, Yordania dibuka sejak tahun 1985, sementara Yordania membuka kedutaannya di Jakarta pada November 1986. 
 
Nilai perdagangan Indonesia-Yordania tercatat pada 2016 kurang lebih sama dengan tahun 2015, yaitu USD256 juta, dengan peningkatan USD25.000 pada 2016. Sementara itu, nilai perdagangan selama periode Januari-Juni 2017 meningkat 6,88 persen dibanding periode sama di tahun 2016.
 
Jumlah wisatawan Yordania yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2016 tercatat 4.806 orang. Sedangkan jumlah WNI yang berkunjung ke Yordania pada tahun 2016 sebanyak 70.000 orang. Jumlah WNI di Yordania tercatat 4.157 orang.
 
Menlu RI: Yordania Mitra Alami dalam Suarakan Islam Rahmatan lilAlamin
Hubungan diplomatik Indonesia dan Yordania terjalin sejak 1950. (Foto: Kemenlu RI)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif