Eritrea Galau Akan Sikap PBB Beri Tambahan Sanksi

Arpan Rahman 15 November 2018 15:46 WIB
pbb
Eritrea Galau Akan Sikap PBB Beri Tambahan Sanksi
Dewan Keamanan PBB akan berikan sanksi baru kepada Eritrea. (Foto: AFP).
Asmara: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) sepakat untuk memperberat sanksi terhadap Eritrea setelah sembilan tahun sanksi awal berjalan. Hal tersebut Eritrea merasa khawatir dengan masa depan.

Embargo senjata, pembekuan aset, dan larangan perjalanan diberlakukan pada 2009 di tengah klaim Eritrea mendukung militan al-Shabab di Somalia. Eritrea selalu membantah tuduhan itu. Resolusi yang disusun oleh Inggris, mendapat dukungan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Pemungutan suara PBB dilakukan di tengah cairnya hubungan antara Eritrea dan para negara tetangganya menyusul konflik bertahun-tahun. Negara yang represif itu secara politis sejak lama menjadi paria global, disamakan oleh beberapa komentator dengan Korea Utara.


Seperti dilansir BBC, Kamis 15 November 2018, Eritrea menyetujui perjanjian damai dengan Ethiopia pada Juni setelah dua dekade permusuhan, sementara pemimpin Eritrea dan pemerintah yang didukung PBB di Somalia baru-baru ini menandatangani perjanjian kerja sama.

Resolusi didukung 13 suara setuju, disahkan sesudah Dewan Keamanan PBB menuduh Eritrea mempersenjatai, melatih, dan memperlengkapi sejumlah kelompok bersenjata, termasuk al-Shabab. PBB telah sering menyatakan keprihatinan tentang aliran senjata ke Somalia, di mana militan berjuang melawan pasukan pemerintah buat menguasai ibu kota Mogadishu.

Eritrea juga dikritik karena pelanggaran hak asasi manusia dan wajib militer, yang menyebabkan puluhan ribu pemuda Eritrea melarikan diri dari negara itu ke Eropa.

Aset dibekukan dan larangan perjalanan berdampak pada individu dan bisnis, serta kepemimpinan Eritrea. Namun, anggota Dewan sekarang mengutip para ahli yang mengatakan tidak ada bukti bahwa Eritrea mendukung al-Shabab.

Eritrea menempati lokasi strategis di Laut Merah, menghubungkan Eropa, Afrika, dan Timur Tengah. Namun, ekonominya telah menderita setelah bertahun-tahun dikenakan sanksi. Pemerintah Eritrea kini menginginkan kompensasi untuk sanksi, yang disebut-sebut bermotif politik.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id