Menlu Iran Javad Zarif anggap tuduhan serang kilang Saudi sebagai kebohongan. Foto: Medcom.id/Sonya Michaella
Menlu Iran Javad Zarif anggap tuduhan serang kilang Saudi sebagai kebohongan. Foto: Medcom.id/Sonya Michaella

Iran Sebut Tuduhan Serang Kilang sebagai Kebohongan Besar

Internasional amerika serikat arab saudi iran
Fajar Nugraha • 17 September 2019 10:09
Ankara: Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif telah menampik upaya Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi untuk menyalahkan serangan kilang minyak Aramco, terhadap negaranya. Zarif sebut tuduhan itu sebagai kebohongan besar.
 
"Itu kebohongan besar. Mereka berusaha menutupi fakta bahwa mereka belum mampu mengalahkan negara (Yaman) dengan persenjataan berat," katanya kepada TASS, Selasa, 17 September 2019.
 
Fasilitas Saudi Aramco di timur Arab Saudi diserang oleh sepuluh pesawat tanpa awak pada jam 14 September. Para pemberontak Yaman Houthi dari gerakan Ansar Allah telah mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu. Secara khusus, kilang minyak terbesar dunia di dekat kota Abqaiq dan kilang dekat Khurais, tempat ladang minyak terbesar kedua Saudi berada, diserang, yang diikuti oleh kebakaran hebat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menyusul insiden itu, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo menuduh pemerintah Iran berada di balik serangan-serangan ini, dengan mengatakan tidak ada bukti bahwa mereka berasal dari Yaman. Kementerian luar negeri Iran menolak tuduhan Pompeo sebagai tidak berdasar.
 
Namun muncul keraguan dari Presiden AS Donald Trump. Trump mengatakan, ‘sepertinya’ Iran berada di balik serangan itu.
 
Menurut Trump sepertinya Iran berada di belakang serangan akhir pekan ini tetapi menyatakan terlalu dini untuk mengatakannya secara pasti. Dia juga mengatakan dirinya "tidak ingin terlibat dalam konflik baru, tetapi kadang-kadang Anda harus melakukannya."
 
"Yah, kelihatannya seperti itu," kata Trump di Oval Office ketika ditanya apakah Iran yang bertanggung jawab. "Kami akan memberitahumu secara pasti. Itu sedang diperiksa sekarang,” ujar Trump, seperti dikutip CNN, Selasa, 17 September 2019.
 
Trump juga menegaskan bahwa dia tidak ingin perang dengan Iran, tetapi dia mencatat bahwa AS memiliki sistem senjata terbaik, yaitu jet tempur dan rudal.
 
"Amerika Serikat lebih siap untuk konflik daripada negara mana pun dalam sejarah. Tetapi kita tentu ingin menghindarinya,” tuturnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif