Pasukan AS yang masih tersisa di Suriah. Foto: AFP
Pasukan AS yang masih tersisa di Suriah. Foto: AFP

Lindungi Ladang Minyak, Pasukan AS Bergerak ke Suriah Timur

Internasional krisis suriah
Arpan Rahman • 01 November 2019 19:12
Deir ez-Zor: Pasukan infanteri Amerika Serikat dan kendaraan lapis baja bergerak ke Suriah timur. Tujuannya sebagai bagian dari misi untuk memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS) dan melindungi ladang minyak agar tidak jatuh ke tangan mereka, kata seorang pejabat militer AS.
 
Kolonel Myles Caggins, juru bicara Operation Inherent Resolve, misi pimpinan AS untuk mengalahkan ISIS di Irak dan Suriah, Kamis mengatakan bahwa ‘pasukan mekanik’ sedang dipindahtugaskan ke kota Suriah timur, Deir ez-Zor. Mereka akan mendukung Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi, sekutu AS "untuk mengalahkan sisa-sisa ISIS, melindungi infrastruktur kritis, dan mencegah akses ISIS ke sumber-sumber pendapatan."
 
“Pasukan Angkatan Darat AS dan kendaraan lapis baja Bradley sedang ditempatkan kembali dari Irak untuk misi itu,” kata Caggins dalam sebuah tweet yang disertai foto-foto pasukan yang memuat kendaraan ke pesawat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah itu dilakukan sepekan setelah Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan mereka mempertimbangkan meninggalkan pasukan di Suriah demi melindungi ladang minyak di tengah penarikan pasukan AS dari negara itu atas perintah Presiden Donald Trump.
 
Pada awal Oktober, Trump memerintahkan pasukan AS menarik diri dari Suriah, sebuah langkah yang telah menarik kritik bipartisan. Perintah itu tampaknya menyilakan Turki melakukan Operasi Musim Semi Perdamaian guna membersihkan perbatasannya dengan Suriah dari Kurdi yang dipandangnya sebagai teroris.
 
Pada Senin, Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa pasukan AS di Suriah akan terus mengamankan ladang minyak Conoco di dalam dan sekitar Deir ez-Zor. Gunanya buat mencegah dan menyelamatkan pendapatan atas penjualan minyak dari jarahan ISIS dalam kebangkitannya di daerah tersebut.
 
Esper berkata, pergerakan itu sudah berlangsung dan akan berlanjut sampai mereka memiliki ‘kemampuan yang cukup’ untuk mencegah ISIS, kelompok teroris serupa lainnya, Rusia dan Suriah dari mendapatkan kendali atas ladang minyak. Sehingga SDF dapat memakai keuntungan dari penjualan minyak untuk membantu Amerika Serikat dalam misinya.
 
"Kami ingin memastikan bahwa SDF memiliki akses ke sumber daya untuk menjaga penjara, untuk mempersenjatai pasukan mereka sendiri, untuk membantu kami dengan misi kekalahan ISIS," kata Esper.
 
"Jadi, itulah misi kami untuk mengamankan ladang minyak," tukasnya, dirilis dari UPI, Jumat 1 November 2019.
 
Caggins mengatakan pasukan yang ditugaskan kembali ke daerah kaya minyak Suriah adalah tentara Garda Nasional dari North Carolina dan South Carolina.
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif