Pesawat jet tempur F-16d milik Israel. Foto: AFP
Pesawat jet tempur F-16d milik Israel. Foto: AFP

Takut Serangan Drone, Jet Israel Serang Suriah

Internasional krisis suriah iran israel
Arpan Rahman • 25 Agustus 2019 17:19
Tel Aviv: Israel meluncurkan serangan ke target di Suriah untuk mencegah potensi serangan dari Iran. Serangan itu terjadi di Aqraba, tenggara ibu kota Suriah, Damaskus. Teheran dianggap sebagai salah satu sekutu terdekat Damaskus.
 
"IDF (Pasukan Pertahanan Israel), dengan pesawat Israel, mampu menggagalkan upaya Iran yang dipimpin oleh Brigade Al-Quds dari Suriah untuk melakukan serangan terhadap target Israel di Israel utara menggunakan pesawat pembunuh,” ujar Juru Bicara Militer Israel Jonathan Conricus.
 
“Serangan itu menjangkau sejumlah target teror dan fasilitas militer milik pasukan Quds serta milisi Syiah. Ancamannya signifikan dan drone pembunuh ini mampu menyerang target dengan kapasitas signifikan," sambungnya, dikutip dari Sunday Express, Minggu 25 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Conricus mengklaim pada Kamis Israel mencegah upaya peluncuran serangan drone, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Sejak awal Perang Sipil Suriah, Israel melancarkan beberapa serangan melintasi perbatasan, yang dikatakannya mengincar sasaran Iran dan Hizbullah.
 
Hizbullah, kelompok militan Syiah Lebanon dianggap sebagai wakil dari Teheran dan mendukung rezim Bashar al-Assad.
 
Pada Juni 2016, Israel meluncurkan Operation Good Neighbor guna memberi bantuan kemanusiaan kepada korban sipil konflik. Tetapi pada September tahun lalu, IDF mengumumkan operasi akan ditutup karena kembalinya pemerintahan al-Assad ke kekuasaan di selatan Suriah .
 
Sejak rezim Iran saat ini memperoleh kekuasaan dalam Revolusi Islam 1979, mereka belum mengakui Israel dan kepemimpinannya menyebut Israel sebagai 'rezim Zionis.' Israel menuduh Iran terlibat dalam serangan teror terhadap target Israel dan Yahudi.
 
Seperti dilansir Times of Israel, Mohammad Reza Naqdi, komandan milisi Basij dari Garda Revolusi Iran mengatakan pada 2015 bahwa "menghapus Israel dari peta" adalah "tidak bisa dinegosiasikan".
 
"Zionis harus tahu bahwa perang berikutnya tidak akan terbatas pada perbatasan saat ini dan Mujahidin akan menyingkirkan mereka kembali,” tegas Naqdi.
 
Basij menjadi kekuatan relawan religius yang didirikan di tengah-tengah revolusi 1979 buat bertindak sebagai polisi moral dan menekan suara-suara yang membangkang.
 
Shah terakhir Iran, Mohammad Reza Pahlavi, telah menikmati hubungan hangat dengan Israel. Tetapi pemimpin revolusioner Ayatollah Khomeini menyatakan negara itu sebagai ‘musuh Islam’ dan ‘Setan Kecil’.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif