Salah satu bank yang dirusak demonstran di Eslamshahr, Iran, 17 November 2019. (Foto: AFP/STR)
Salah satu bank yang dirusak demonstran di Eslamshahr, Iran, 17 November 2019. (Foto: AFP/STR)

Tiga Aparat Keamanan Iran Tewas Dibunuh 'Perusuh'

Internasional iran
Willy Haryono • 19 November 2019 15:04
Teheran: Tiga aparat keamanan Iran tewas ditusuk oleh "para perusuh" di dekat Teheran, Senin 18 November malam waktu setempat. Penusukan terjadi di tengah gelombang protes menentang kebijakan penjatahan dan penaikan harga bahan bakar minyak.
 
Menurut laporan beberapa media lokal Iran, dikutip dari AFP, Selasa 19 November 2019, sejumlah orang bersenjatakan pisau dan golok menyergap ketiga korban di wilayah barat Teheran.
 
Dilansir dari AFP, ketiga korban diketahui sebagai seorang personel Garda Revolusioner Iran dan dua milisi Basij. Kematian ini menambah jumlah korban terkonfirmasi menjadi lima orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terdapat beberapa laporan media lokal yang menyebutkan angka korban tewas sudah mencapai 12 atau bahkan lebih.
 
Satu dari tiga korban penusukan diidentifikasi sebagai Morteza Ebrahimi, seorang komandan Korps Garda Revolusioner Islam. Menurut media Fars, Morteza adalah seorang ayah yang baru saja memiliki anak.
 
Dua korban lainnya diidentifikasi sebagai Majid Sheikhi, 22, dan Mostafa Rezaie, 33. Keduanya merupakan milisi Basij, sebuah pasukan relawan yang loyal terhadap Pemerintah Iran.
 
Saluran televisi nasional Iran mengatakan bahwa seremoni untuk Ebrahmi dan Rezaie akan digelar di Teheran pada Selasa malam.
 
Sebelumnya, Pemerintah Iran telah mulai membagikan bantuan langsung tunai kepada 60 juta warga. Pemberian dana tunai ini merupakan janji Iran yang mengatakan langkah penjatahan dan penaikan memang bertujuan untuk membantu puluhan juta warga miskin.
 
Iran juga menyebut langkah terbaru ini merupakan bagian dari upaya mengalihkan subsidi ke sektor yang lebih penting. Penaikan harga BBM di Iran berkisar 50 hingga 300 persen.
 
Pengumuman penaikan harga BBM dilakukan Iran pada Kamis 14 November. Karena dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, banyak warga marah dan berunjuk rasa di sejumlah kota.
 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif