Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Pangeran Mohammed bin Salman di KTT G20. (Foto: POOL/AFP / Yuri KADOBNOV)
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Pangeran Mohammed bin Salman di KTT G20. (Foto: POOL/AFP / Yuri KADOBNOV)

Coba Redakan Ketegangan Teluk, Putin Kunjungi Saudi

Internasional arab saudi rusia
Medcom • 14 Oktober 2019 12:31
Riyadh: Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan berkunjung ke Arab Saudi hari ini, Senin 14 Oktober 2019, untuk membicarakan urusan perminyakan dan juga mengenai ketegangan di kawasan Teluk.
 
Dilansir dari AFP, rencana pertemuan Putin dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan juga Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman terwujud usai terjadinya serangan terhadap dua fasilitas minyak milik Saudi.
 
Riyadh dan juga Amerika Serikat menyalahkan Iran, meski pemberontak Houthi asal Yaman mengklaim serangan yang berlangsung 14 September tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Moskow dapat bertindak selaku mediator perdamaian," ujar analis Fydor Lukyanov, merujuk pada ketegangan antara Saudi dan Iran. Hal tersebut memungkinkan karena Iran adalah salah satu sekutu lama Rusia.
 
Iran membantah keras tuduhan Saudi dan AS mengenai serangan di fasilitas minyak Abqaiq dan Khurais. Lukyanov menilai Rusia mencoba bermain dua kaki dalam hal ini, yakni menawarkan misil agar Saudi dapat membela diri, namun juga memperingatkan agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan terkait Iran.
 
Pekan kemarin, sebuah kapal tanker milik Iran terkena misil yang diduga diluncurkan dari lepas pantai Arab Saudi. Serangan kala itu menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya konflik baru.
 
"Kami akan melakukan apapun untuk menciptakan kondisi yang diperlukan untuk dinamika positif, dengan tujuan utama adalah menurunkan ketegangan," kata Putin dalam sebuah wawancara di stasiun televisi berbahasa Arab menjelang kunjungan ke Riyadh, Minggu 13 Oktober.
 
Selain soal ketegangan dengan Iran, Putin juga akan membahas mengenai peluang meningkatkan kerja sama antara Rusia dan Saudi di bidang perminyakan. Meski bukan anggota organisasi OPEC, Moskow tetap menjalin kerja sama erat dengan Riyadh.
 
"Bersama Arab Saudi dan mitra-mitra kami di dunia Arab, kami akan melawan segala upaya pihak tertentu yang berusaha menggoyang pasar minyak," tutur Putin.
 
Penulis: Rifqi Akbar
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif