Polisi Chile menembakkan peluru karet untuk membubarkan demonstran/AFP
Polisi Chile menembakkan peluru karet untuk membubarkan demonstran/AFP

Rusuh, Pedemo Chile Bakar Gereja

Internasional chile politik chile
Marcheilla Ariesta • 19 Oktober 2020 22:38
Santiago: Demo di Chile berujung ricuh. Pedemo membakar gereja dan polisi menembakkan gas air mata di ibu kota Chile, Santiago.
 
Laman SkyNews, Senin, 19 Oktober 2020 melaporkan, militer juga turun tangan menangkal aksi protes itu. Ini kali pertama militer ikut menghalau massa sejak pemerintahan diktator Jenderal Augusto Pinochet pada 1980-an.
 
Kerusuhan itu terjadi setelah ribuan orang turun ke jalan dalam peringatan unjuk rasa besar. "Sebanyak 30 orang tewas dan 2.500 demonstran lainnya terluka," kata polisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, 2.800 lain ditahan. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa. Para demonstran juga melemparkan batu dan bola api ke arah polisi.
 
Pedemo memperingati satu tahun demonstrasi yang menuntut perbaikan layanan kesehatan, sistem pendidikan, dan pensiun di Chile. Pergerakan itu pertama kali terjadi pada 18 Oktober 2019 dan terus berlangsung hingga Desember.
 
Pedemo yang mayoritas mahasiswa memprotes kenaikan harga tiket kereta metro dan biaya hidup. Mereka juga menyoroti ketimpangan sosial di negara itu.
 
Pada aksi tahun ini, massa membentangkan plakat "Ya" jelang referendum 25 Oktober, di mana mereka bakal menghapus konstitusi era Pinochet. Perhelatan referendum untuk menghapus konstitusi tersebut merupakan tuntutan kunci pada unjuk rasa tahun lalu.
 
(ADN)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif