Piramida Bengkok di Dahshur, Mesir. (Foto: AFP/JIJI)
Piramida Bengkok di Dahshur, Mesir. (Foto: AFP/JIJI)

Pertama Sejak 1965, Mesir Buka Dua Piramida Kuno

Internasional mesir
Willy Haryono • 14 Juli 2019 18:29
Kairo: Mesir membuka dua piramida kuno tertua di negara tersebut untuk kali pertama sejak tahun 1965 pada Sabtu 13 Juli. Menteri Benda Antik Mesir Khaled el-Anany mengatakan kepada awak media bahwa para turis kini diizinkan mengunjungi Piramida Bengkok dan satu piramida satelitnya di wilayah Dahshur.
 
Dua piramida tersebut, yang merupakan bagian dari Memphis Necropolis, adalah salah satu Situs Warisan Budaya Dunia versi UNESCO.
 
Piramida Bengkok (Bent Pyramid) dibangun di era Firaun Sneferu sekitar 2.600 Sebelum Masehi. El-Anany mengatakan Piramida Bengkok merepresentasikan bentuk transisi konstruksi piramida antara tipe Djoser Step Pyramid (2667-2648 SM) dan Meidum Pyramid (juga sekitar 2600 SM).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain membuka dua piramida, El-Anany juga mengumumkan bahwa tim arkeolog Mesir telah menemukan koleksi bebatuan, sarkofagus tanah liat dan tanah, serta beberapa mumi di area Dahshur. Ditemukan juga topeng kayu dan sejumlah alat pemotong batu, berusia sekitar 664-332 SM.
 
Mostafa Waziri, Sekretaris Jenderal Dewan Agung Kementerian Benda Antik Mesir, mengatakan bahwa tim arkeolog juga menemukan sejumlah blok batu besar bersama fragmen batu kapur serta granit, yang mengindikasikan areanya pemakaman kuno di area Memphis Necropolis.
 
Baca:Makam Berusia 4.400 Tahun Ditemukan Dekat Piramida Mesir
 
Bentuk Piramida Bengkok berbeda dari piramida pada umumnya. Piramida ini dibangun dengan sudut 54 derajat hingga ke ketinggian 49 meter, dan sisanya mengerucut hingga ke bagian teratas.
 
Waziri mengatakan tim arsitek di era Mesir kuno sempat mengganti sudut di Piramida Bengkok saat sejumlah retakan terlihat di struktur tersebut.
 
"Sneferu hidup untuk waktu yang lama. Para arsitek saat itu ingin menyelesaikan bentuk yang sempurna, yakni bentuk piramida," tutur Mohamed Shiha, Direktur Situs Arkeolog Dahshur, dilansir dari laman The Japan Times, Minggu 14 Juli 2019.
 
"Kami tidak yakin di mana dia dimakamkan, mungkin di piramida ini? Belum ada yang tahu," lanjutnya.
 
Otoritas Mesir berusaha mendorong pariwisata di Dahshur. Situs arkelogi ini terletak di gurun pasir terbuka, dan belum terlalu banyak menarik perhatian turis seperti di wilayah Giza.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif