Perkelahian yang diakibatkan debat harga nasi lemak di Malaysia. (Foto: Channel News Asia).
Perkelahian yang diakibatkan debat harga nasi lemak di Malaysia. (Foto: Channel News Asia).

Perkelahian Akibat Nasi Seharga Rp6.000 Berujung Penahanan

Internasional malaysia
Fajar Nugraha • 27 Desember 2018 19:17
Kuantan: Polisi Malaysia mengatakan pada Rabu 26 Desember bahwa mereka telah menahan tujuh orang terkait perkelahian yang diduga dipicu oleh harga nasi lemak.
 
Kepala polisi distrik Kuantan Mohamad Noor Yusof Ali mengatakan bahwa para tersangka, yang berusia antara 32 dan 44 tahun, termasuk seorang sopir bus dan seorang pria yang kemudian dinyatakan positif menggunakan narkoba.
 
Perkelahian itu diduga terjadi pada Senin 24 Desember dini hari di tempat peristirahatan Gambang dan area rekreasi di sepanjang East Coast Highway.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mohamad Noor mengatakan bahwa menurut laporan polisi yang diajukan oleh pemilik warung di halte, perkelahian itu berasal dari pertengkaran antara sopir bus dan beberapa asisten toko atas harga nasi lemak.
 
"Dia mengklaim bahwa pegawainya diserang setelah meminta sopir bus membayar RM1 (sekitar Rp3.000) lagi untuk menutupi harga nasi lemak yang dijual seharga RM2 (sekitar Rp6.000),” kata Mohamad Noor, seperti dikutip Bernama, Kamis, 28 Desember 2018.
 
Pemilik kios menyatakan bahwa asistennya ditampar, dicekik, dan ditendang oleh sopir bus. Namun, dia tidak ingin ada tindakan yang diambil terhadap pengemudi bus karena cedera karyawan tidak serius, Mohamad Noor menambahkan.
 
Dia mengatakan sopir bus juga mengajukan laporan di Kuala Terengganu pada Selasa sore, mengklaim telah dipukuli oleh beberapa pria tak dikenal yang dia yakini terkait dengan asisten toko.
 
Sebuah video yang beredar luas yang konon tentang bentrokan itu memperlihatkan seorang pria, yang diyakini sebagai sopir bus, dikepung dan diejek oleh setidaknya tiga orang lainnya, yang kemudian mendatanginya dari berbagai arah, melemparkan pukulan dan tendangan.
 
Mohamad Noor mengatakan, bagaimanapun, bahwa dua asisten toko mengklaim ketidaktahuan tentang kejadian itu dan bahwa mereka tidak mengenali orang-orang dalam video.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif