Surat Christopher Columbus yang Dicuri Dikembalikan ke Vatikan
Salah satu lembar salinan surat Christopher Columbus
Vatican City: Salinan surat berusia 525 tahun dari Christopher Columbus, yang dicuri dari Vatikan, dikembalikan pekan ini. Sebuah investigasi oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) dan Vatikan menemukan surat tersebut.

"Kami mengembalikannya kepada pemiliknya yang sah," kata Duta Besar AS untuk Vatikan, Callista Gingrich, pada sebuah upacara di Perpustakaan Vatikan, seperti disitat VOA News, Sabtu 16 Juni 2018.

Columbus menulis surat kepada raja dan ratu Spanyol setelah menemukan "Dunia Baru." Dia menggambarkan apa yang dia temukan dan meminta ongkos untuk perjalanan lain.


Surat aslinya ditulis dalam bahasa Spanyol. Tetapi beberapa salinan terjemahan bahasa Latin dibuat demi menyebarkan berita tentang penemuannya ke istana kerajaan Eropa dan Paus Vatikan. 

Salah satu surat berhuruf Latin, yang disalin oleh Stephan Plannack pada 1493, dimasukkan ke Perpustakaan Vatikan. Dikenal sebagai Surat Columbus, yang memiliki delapan halaman, masing-masing berukuran sekitar panjang 18,5 sentimeter dan lebar 12 sentimeter. 



Pada 2011, seorang pakar Amerika dalam naskah antik menerima surat yang mirip. Setelah meninjaunya, dia memutuskan bahwa itu asli. Setahun sebelumnya, pakar yang sama sudah mempelajari Surat Columbus di Perpustakaan Vatikan dan menduga bahwa itu palsu. Salah satu alasannya ialah tanda jahitan pada surat itu tidak sama dengan yang ada di sampulnya.

Surat di Amerika Serikat, bagaimanapun, memiliki tanda jahitan yang sama persis dengan sampul kulit dari surat palsu yang telah dia pelajari di Vatikan. Sang ahli, yang tidak teridentifikasi namanya, menghubungi penyelidik seni Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang mulai bekerja dengan inspektur Vatikan dan ahli buku langka.

Mereka percaya bahwa seseorang mengambil surat asli dari sampulnya di Perpustakaan Vatikan dan menggantinya dengan yang palsu. Uskup Agung Jean-Louis Brugues, seorang pustakawan kepala Vatikan mengatakan bahwa tidak tahu persis kapan pencurian itu terjadi dan tidak tahu siapa yang memalsukan. 

Investigasi mereka menemukan bahwa Marino Massimo De Caro, seorang "pencuri buku Italia" yang terkenal, telah menjual surat yang sebenarnya kepada seorang pedagang buku New York. De Caro menjalani hukuman penjara tujuh tahun di Italia karena mencuri sekitar 4.000 buku dan manuskrip kuno dari perpustakaan Italia dan koleksi pribadi.

Kolektor terakhir, David Parsons, membeli surat itu seharga USD875 ribu pada 2004. Setelah penyelidikan, jandanya setuju mengembalikan surat itu ke Perpustakaan Vatikan. Para pejabat mengatakan surat itu sekarang bernilai sekitar USD1,2 juta atau setara dengan Rp16 miliar.  




(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id