Protes kelompok Jamiat Ulema-e-Islam Fazl (JUI-F) menuntut Perdana Menteri Imran Khan mundur. Foto: AFP
Protes kelompok Jamiat Ulema-e-Islam Fazl (JUI-F) menuntut Perdana Menteri Imran Khan mundur. Foto: AFP

Pedemo Pakistan Ancam Lumpuhkan Negara

Internasional pakistan
Arpan Rahman • 04 November 2019 18:08
Islamabad: Ulama sekaligus politisi Pakistan, Maulana Fazlur Rehman, mengancam akan mengunci seluruh negara. Ancaman karena tenggat waktu yang ditetapkan oleh dia yang menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Imran Khan berakhir pada Minggu malam.
 
Ketika tenggat waktu berakhir, Rehman, pemimpin Jamiat Ulema-e-Islam Fazl (JUI-F), berpidato di sebuah demonstrasi besar-besaran di ibu kota negara Islamabad. Memimpin kerumunan pendukung, Rehman menjuluki pawai 'Azadi' ke Islamabad pelan lalu dalam upaya untuk menekan Khan untuk mundur. Rehman juga menekankan bahwa protes akan berlanjut sampai tujuan tercapai.
 
"Jelas bahwa penguasa (Imran Khan) harus pergi dan memberi orang kesempatan untuk memilih penguasa baru melalui pemilihan umum yang adil. Jelas tidak ada pilihan lain," katanya, disiarkan dari India TV News, Senin 4 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia katakan bahwa protes yang sedang berlangsung adalah bagian dari rencana A dan dia punya rencana B dan C. Serta akan membuat keputusan tentang kelanjuan aksi duduk di Islamabad atau memperluasnya.
 
"Hari ini Islamabad menghadapi kuncian; selanjutnya kita akan mengunci seluruh negara. Kami tidak akan berhenti dan melanjutkan perjuangan kami," serunya.
 
Rehman mengumumkan rencana untuk bertemu dengan para pemimpin oposisi lainnya pada Senin guna mengambil keputusan konsensus tentang setiap tindakan di masa depan.
 
"Gerakan dan banjir orang ini akan berlanjut sampai Imran Khan diusir dari kekuasaan," cetusnya.
 
Dia pada Jumat juga secara tidak langsung mengkritik Angkatan Darat Pakistan atas dukungan kepada pemerintah Khan.
 
Rehman didukung Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N), Partai Rakyat Pakistan (PPP), Partai Pakhtunkhwa Milli Awami, Partai Qaumi Watan, Partai Nasional, dan Partai Nasional Awami.
 
Perdana Menteri Khan telah menolak permintaan pengunjuk rasa untuk mengundurkan diri dan mengatakan bahwa protes adalah upaya mendapatkan kesepakatan untuk pembebasan sejumlah pemimpin PML-N dan PPP yang saat ini berada di penjara karena tuduhan korupsi.
 
Menurut perkiraan oleh lembaga keamanan, puluhan ribu dukungan menjadi bagian dari ‘Pawai Azadi’.
 
Pengaturan keamanan yang rumit diberlakukan oleh pemerintah agar tetap tenang di ibu kota. Jalan utama telah dipadati atau sebagian diblokir dengan menempatkan kontainer pengiriman dan kawat berduri.
 
Zona Merah yang menampung gedung-gedung resmi utama dan kantong diplomatik telah diamankan dengan memblokir titik masuk. Sekitar 700 personel keamanan dikerahkan buat melindungi Zona Merah.
 
Polisi dan pasukan paramiliter mengadakan parade keamanan demi menangani para demonstran jika mereka mencoba menyerang Zona Merah.
 
Para pedemo telah berkumpul di tanah yang luas di dekat daerah Peshawar Mor di ibu kota di mana berbagai partai politik telah mendirikan kemah untuk menampung pendukung mereka.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif