Trump Berharap dapat Nobel Perdamaian dari KTT AS-Korut
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: AFP).
Jakarta: Pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara (Korut) sudah semakin dekat. Namun, pertemuan ini diduga akan sulit menghasilkan kesepakatan seperti yang diharapkan AS.

Pengamat hubungan internasional Universitas Padjajaran Teuku Rezasyah mengatakan Trump akan menjadikan pertemuan tersebut panggung AS. "Trump berharap memperoleh Nobel Perdamaian," ucapnya kepada Medcom.id, Kamis 7 Juni 2018.

Dia mengatakan AS akan menjadikan pertemuan tersebut modal dalam menyelesaikan masalah global dan regional.


"Bagi Donald Trump, KTT ini membuktikan keberhasilan Amerika Serikat untuk mengendalikan keamanan dunia," katanya.

Reza menuturkan Korut juga berharap pertemuan tersebut untuk memperbaiki citra mereka sebagai negara yang makin demokratis. Jika berhasil, maka sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan ditiadakan.

Sebaliknya, Korut akan mendapat bantuan pembangunan internasional dan peningkatan kredibilitas di dalam dan luar negeri. Sementara itu, pembahasan denuklirisasi diduga akan berlangsung alot.

"Denuklirisasi sendiri akan ditentukan proses dan jangka waktunya oleh pemimpin tertinggi Korea Utara," imbuh Reza.

Menurut dia, jika Korut menyetujui denuklirisasi, Pyongyang pasti akan menuntut banyak persyaratan rumit.

Trump dan Kim dijadwalkan akan bertemu di Singapura pada 12 Juni mendatang. Hotel Capella akan menjadi saksi bersejarah pertemuan kedua pemimpin negara ini.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id